WE’RE AT QUALITY WAR

On 26 January, 2016 by Aldo Sianturi

ALDO

Tanpa disadari, sejak awal Tahun 2016 kita semua sudah masuk ke arena MEA. MEA singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas antara negara-negara anggota ASEAN. Para anggota ASEAN termasuk Indonesia telah menyepakati suatu perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. MEA adalah istilah yang hadir dalam indonesia tapi pada dasarnya MEA itu adalah AEC atau ASEAN ECONOMIC COMMUNITY.

Awal mula MEA berawal pada KTT yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada tanggal 1997, dimana para pemimpin ASEAN memutuskan untuk melakukan pengubahan ASEAN dengan menjadi suatu kawasan makmur, stabil dan sangat bersaing dalam perkembangan ekonomi yang berlaku adil dan dapat mengurangi kesenjangan dan kemiskinan sosial ekonomi (ASEAN Vision 2020). Kemudian dilanjutkan pada KTT bali yang terjadi pada bulan Oktober pada tahun 2003, para pemimpin ASEAN mengeluarkan pernyataan bahwa MEA menjadi sebuah tujuan dari perilaku integrasi ekonomi regional di tahun 2020.

Meski tidak ditonjolkan dalam banyak komunikasi visual, tapi terasa sekali kalau para pelaku Industri Hiburan sudah mulai merasa resah akan MEA. Yang mengikuti perubahan bahkan sejak tahun lalu telah aktif membuat inkubator untuk mencari posisi yang aman dan kuat dari sisi domestik. Ini adalah sapuan bagi para praktisi yang selama ini sering mengadaptasi ide orang lain. Yang sebelumnya ide kreatifitasnya tidak ketahuan asalnya sekarang mudah ditebak dan malu untuk dijalankan yang sama.

Indonesia yang selama ini berapi-api menyebut dirinya adalah pasar, maka akan kembali diramaikan oleh beragam pencari margin. Meski sedang dikebut untuk memiliki sertifikasi di segala bidang, namun kita harus mengerti bahwa skill yang kita miliki sangat berkualitas, maka kita tidak mungkin termarjinalkan. Karena dengan masuknya banyak orang dan melakukan hal yang akan sama, kita akan bertemu di sebuah battlefield yang bernama Quality War. Peperangan kali ini hanya bisa dikalahkan dengan banyak poin yang dari dulu kita sudah bicarakan yaitu attitude, mental, ethos dan teknologi.

Kita akan menang karena Bali telah lebih duluan memberikan kesempatan bagi kita mengenal Masyarakat Ekonomi Global. Kita punya area yang bukan hanya dilihat dari sisi keindahan alamnya tapi sosiopsikologis kontennya menjadi sebuah perenungan bagaimana kita bukan hanya survive tetapi tetap memegang tampuk leadership yang tidak bisa ditepikan. Sadar-Bangkit-Sikat! @2016/AldoSianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense