MENJADI MUDA, MENJADI MEREKA DI 2017

On 31 December, 2016 by Aldo Sianturi

friends-millennials

Kita semua sepakat bahwa di dalam urusan musik, tidak akan pernah ada hierarki yang sengaja dipancang sebagai pembatasan. Kita juga harus sadar kalau kita tinggal di kolam yang sama dengan penggila musik apapun meski terpisah lokasi. Namun setiap individu secara absolut memiliki peran dan kebebasan dalam mengeksplorasi musik tanpa melihat jenjang usia dan latar belakang lain. Begitu banyak pelajaran baru yang bisa dipetik di Tahun 2016. Paling tidak di tahun ini hampir semua orang telah melakukan latihan panjang untuk bisa berlapang dada terhadap perubahan musik kekinian.

Bagi para praktisi bisnis musik atau pahlawan industri di Indonesia yang berusia 35-40 tahun ke atas, yang masih merasa nyaman dengan semua episode kerja yang dirangkum selama ini, maka tahun depan situasi semakin beringas untuk dihadapi. Ini adalah wake-up call yang sangat nyaring. Bila anda tidak sepenuhnya berubah untuk menerima perbedaan musik, maka sebentar lagi anda akan lebih sering suntuk dan mengambil keputusan untuk hengkang dari arena sakral ini. Ini adalah waktu yang tepat bagi anda untuk benar-benar peka terhadap urusan domestik generasi baru. Untuk memahami mereka anda harus selalu menjadi muda, menjadi mereka di sepanjang tahun 2017.

Tidak pelak melalui media sosial, kita dipermudah untuk melihat orang-orang yang setia dengan aliran musik yang digandrungi saat masih remaja dulu dan sekaligus melihat dengan jelas banyak orang yang mengikuti budaya populer yang salah satunya mungkin terpicu atas pengaruh yang sangat kuat datang dari kendali anak atas gelombang radio yang memutar Top 40 Hits atau Streaming Platform  seperti Spotify dan JOOX yang dikoneksi selama bepergian dalam satu kendaraan. Kesimpulan saya terhadap anak hari ini adalah mereka tidak mau menggubris konten yang tidak sesuai dengan seleranya.

Di sisi yang berbeda, kebanyakan orang tua sekarang yang datang dari generasi X selalu memiliki ego bahwa musik yang hadir di masanya adalah yang terbaik. Sementara generasi Y (Milenial) punya kultur tersendiri untuk tidak menoleh ke katalog musik masa lalu. Bahkan data yang tersebar dimana-mana adalah lebih dari 60% pembuat keputusan belanja musik sekarang adalah generasi milenial. Mereka adalah generasi yang lahir dari tahun 80an sampai 95an. Mereka adalah generasi yang melek teknologi. Generasi yang suka sekali dengan musik baru dan sangat ingin merasa dekat dengan idolanya. Mereka adalah pasar besar yang potensial yang harus disasar dengan kualitas musik yang baik.

Para penggiat rekaman harus bernyali menangkap peluang bisnis musik ini dengan gaya high risk, high return dalam berspekulasi. Investasi besar yang terarah tidak perlu dikhawatirkan tidak  akan memberi margin yang baik di tahun depan. Beberapa indikator pribadi memberanikan saya untuk menyampaikan bahwa iklim investasi musik untuk tahun depan diyakini jauh lebih baik dari tahun 2016. Ledakan generasi milenial ini adalah kekuatan yang harus digandeng dengan sungguh-sungguh bukan untuk dilewatkan. Fixing your relationship with millenial! Selamat berbisnis dan mendulang rupiah di tahun 2017. @2016AldoSianturi/Photo: Special

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense