TONY Q RASTAFARA – SERIUS MENJALANI KESENDIRIAN

On 11 September, 2014 by Aldo Sianturi

TQ

Kemarin sore saya bertemu dengan Tony Q Rastafara. Meski belum begitu akrab tapi perbincangan kami seperti sudah lama kenal dan semakin lebar. Ada satu hal yang dapat saya petik dari sekian banyak konteks pembicaraan yaitu kemerdekaan. Saya selalu senang bertemu dengan pribadi yang memiliki kalimat indah berjalan bersama dengan realita kehidupannya. Saya tidak suka yang pura-pura. Sejak awal berbicara Tony Q selalu tajam menancapkan nilai-nilai yang dijalaninya. Dia memang sedikit berbicara tetapi selalu penuh dengan makna.

Mulai tahun 2000, Tony Q Rastafara memilih hengkang dari grup band bernama Rastafara dan merasa menjadi lebih bebas untuk membawa diri . Sikap menghargai perjalanan sendiri itu terbawa sampai hari ini. Contohnya dengan para musisi yang sering tampil di panggung, Tony Q tidak pernah mengekang atau menahan setiap orang hidup bersama dia. Tony Q menyadari betul konsekuensi yang diambil hari ini dengan masa lalu dia sangat berbeda. Menurut Tony Q hanya kejujuran yang penting dikontrol di dalam hidup ini sehingga tidak menyulitkan orang lain. Beberapa ilustrasi juga diberikan untuk memperkuat argumentasinya.

Hal senada pun sempat disampaikan kepada Muslih yang selalu diajak Tony Q menemaninya kalau sedang libur menjadi jasa parkir di Blok M. Tony Q juga bercerita bahwa dia memang tidak punya kebiasaan berfoto bersama orang besar. Bahkan dulu sewaktu dia menjadi juara lomba ngamen di Semarang, alih-alih foto bersama juri yaitu Gombloh (Alm.) dia memilih loncat ke belakang badan sang juri dan menorehkan tanda-tangannya. Bahkan dengan Iwan Fals yang dulu hampir setiap minggu berada di Bulungan; saat itu tidak pernah terpikir dirinya untuk berfoto sampai suatu saat Tony Q yang diminta untuk berfoto oleh Iwan Fals yang diabadikan oleh putrinya. @2014/AldoSianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense