SPOTIFY & COCA COLA

On 8 April, 2014 by Aldo Sianturi

C1

Tanggal 8 April 2014, Spotify (Digital Music Platform) asal Swedia akan merilis layanan streaming musiknya di Filipina. Tidak ada yang berbeda dengan kerjasama ekslusif yang telah terjadi di negara Asia lain seperti Malaysia, Hong Kong, Singapore bersama Telco (Perusahaan Telekomunikasi). Partner telekomunikasi di Filipina adalah Globe Telecom. (https://www.globe.com.ph). Layanan ini mengutamakan cara pembayaran bagi penggunanya.

Pelanggan Globe akan memiliki akses ke Spotify melalui Data Plans Globe GoSURF. Php 10 (US $ 0,22) senilai data plan memberikan pelanggan 10MB data ditambah Spotify selama 24 jam; Php 299 (US $ 7) menyediakan data 700MB ditambah Spotify Premium selama 30 hari; dan Php 999 (US $ 22) memberikan 5GB data ditambah Spotify Premium. Mengintegrasikan Spotify akses ke rencana data telco akan tersedia pada 13 April.

Pengguna Spotify dapat memilih untuk membayar biaya bulanan sebesar Php 129 (US $ 3) untuk menyingkirkan iklan dan mendengarkan lagu-lagu saat offline.

C4

Spotify bekerjasama dengan brand kelas berat yaitu Coca Cola yang masuk ke dalam himpunan FMCG (Fast Moving Consumer Group). Kemitraan Strategis Global antara Spotify dan Coca Cola telah dilakukan sejak April 2012. Hal ini pernah diwartakan dengan detail oleh Billboard Magazine (Trade Music Magazine) di http://www.billboard.com/biz/articles/news/branding/1097883/spotify-announces-global-deal-with-coca-cola

C2

Ekspansi ini didukung dengan teknologi dan konten yang semakin baik dari Spotify. Kedua brand besar ini akan melakukan integrasi digital dan fisikal dalam gelombang yang besar. Meskipun Coca Cola sudah berusia 125 tahun, tapi brand ini memang sangat kuat investasi dan presentasinya di media online. Kekuatan komunikasi yang dimilikinya menjadi senjata utama atas kerjasama bisnis ini.

C3

Seperti di negara lain, Spotify memiliki 2 kategori langganan yang tanpa gangguan iklan dan steril dari iklan. Dengan 25 juta lagu yang dimiliki, platform ini yakin akan membawa keuntungan ke berbagai pihak. Indonesia yang sebelumnya disiasati akan rilis di kwartal kedua ternyata harus mundur di kwartal tiga untuk menikmati pelayanan yang sama di negara tetangga.@2014/AldoSianturi | Photo: Spotify

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense