SLANK NGGAK ADA MATINYA!

On 31 October, 2013 by Aldo Sianturi
Setelah Acara Rilis Album

Setelah Acara Rilis Album

Gambar Sampul Album Terbaru

Gambar Sampul Album Terbaru

Selama Republik Ini Berdiri, Slank Gak Bakal Mati. Titik!

Kalimat ini menjadi stempel absolut dari Slank yang akan memasuki usia ke 30 tahun pada tanggal 26 Desember 2013. 3 dekade adalah perjalanan sebuah grup musik yang cukup panjang di Indonesia. Kenyataannya, lebih banyak kelompok musik yang layu dibanding yang maju. Setiap grup musik pasti memiliki alasan dan ringkasan tersendiri dalam perihal tersebut. Slank ada terus karena memang memilih realita untuk ada terus. Hari ini, 31 Oktober 2013, Slank merilis album Slank Nggak Ada Matinya dan saya hadir di acara rilis album Slank ke 20 (dua puluh) di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta. Acara yang dipandu oleh MC Budi Ace diperuntukkan untuk kerabat dan wartawan yang selalu mewartakan kreatifitas Slank. Tamu besar seperti Pak Dahlan Iskan, Pak Mohammad Mahfud MD, Pak Bens Leo, Pak Chad Parwez turut hadir berbagi kesan bersama tamu lain. Bunda Iffet yang selalu ramah mengajak saya masuk dan duduk bersama mengikuti acara ini berlangsung.

Mahfud MD berbagi cerita

Mahfud MD berbagi cerita

IMAG0431

Dahlan Iskan berbagi kesan

Pertama kali melihat gambar sampul album Slank, sekilas saya langsung teringat kepada The Beatles yang melintasi penyebrangan jalan Abbey Road, Inggris. Saya langsung bergumam dan mengingat polah Slankers, entah berapa banyak orang yang akan berdiri dan berfoto bersama di jalan tersebut beberapa waktu ke depan. Jalan Potlot memang sangat tersohor karena penduduk musik yang bermukim di sana sejak puluhan tahun lalu. Hebatnya, jalan itu tidak pernah berhenti disambangi gelombang tamu sampai hari ini. Berarti, sampul album ini akan menciptakan eksposur ulang atas alamat tersebut dalam konteks visual. Slank adalah fenomena besar di sejarah musik Indonesia. Band ini kerap dijegal dan dicekal lantaran karakternya yang tidak bisa dibeli dan dikontrak oleh sebuah kepentingan. Tetapi dengan paradigma yang kokoh, band ini melaju terus dengan strategi sederhana namun bermakna.

Slank Menghibur Wartawan

Slank Menghibur Wartawan

Cukup sudah membicarakan kedewasaan bermusik seperti yang sering kita baca di media konvensional. Bagi saya, Slank adalah bola api yang bergulir sesuka hati. Dia mampu membakar dan menghibur dengan pijar api yang menggelora. Slank adalah Slank yang tidak pernah mau diatur dan direkayasa tetapi lentur dalam beradaptasi. Sejak awal, karya cipta yang digulirkan Slank berhasil membentuk anak tangga yang tiada berujung. Melalui album terbaru ini, Slank kembali menjeritkan lirik yang berorientasi penuh kepada ketimpangan yang secara sengaja dibiarkan terjadi dengan mata telanjang di Indonesia. Slank tidak pernah merasa selesai, di acara tadi mereka minta dikritik oleh Wartawan Indonesia. Tapi keengganan pewarta mempertanyakan hal yang kritis kurang membumbui keterbukaan yang berujung kepada introspeksi Slank. Wartawan harus lebih kritis dari Slank.

Album Sudah Bisa Dipesan di iTunes Stores.

Album Sudah Bisa Dipesan di iTunes Stores.

Selebrasi perjalanan ini ditandai dengan rencana besar yang terintegrasi dengan baik. Manajemen Slank sudah menciptakan product awareness beberapa bulan lalu di dunia maya dengan tagar #SlankNggakAdaMatinya. Untuk album fisik, Slank setia bekerjasama dengan Virgo Ramayana dan per tanggal 31 Oktober 2013 mulai mendistribusikan album ke 400 outlet milik Kentucky Fried Chicken Indonesia yang tersebar di beragam provinsi. Ini adalah kali ketiga mereka bekerjasama dengan KFC. Dan pada tanggal yang sama, album digital “Slank Nggak Ada Matinya” sudah dapat dipesan (Pre-Order) di iTunes Stores dan didengarkan selama 1 menit  (Song Preview). Saya sendiri sudah melakukan Pre-Order dan pada tanggal 25 November nanti, saya akan menerima album digital lengkap dengan Digital Booklet. Semua lagunya saya suka, apalagi beberapa nomor telah dimainkan langsung di acara rilis album hari ini.

Bersama Wartawan Indonesia

Bersama Wartawan Indonesia

Di usia 30 tahun, Slank memulai babak baru Digital Music dengan dukungan promosi yang kredibel. Slank memberikan contoh bahwa di bisnis musik hari ini semua harus peduli dengan rencana Offline dan Online. Slank juga mengkontribusikan sebuah  TV Digital yang dapat dikunjungi di http://slankers.tv untuk penggemar yang tersebar di seluruh dunia. Dalam waktu dekat kehadiran musik Slank di medium digital juga akan disusul dengan daftar ketersediaan album #SlankNggakAdaMatinya di platform Spotify, Deezer, Amazon, Digital7, KK Box, Shazam dan masih banyak lagi. Nilai tambah lainnya adalah album ini bahkan didukung dengan biopic yang  berjudul sama untuk ditayangkan di bioskop oleh Starvision dan bocoran lain adalah Slank sedang menyiapkan konser akbar di Jakarta.

Album ini adalah hadiah untuk semua orang yang telah meragukan dan mendukung Slank selama ini. Slank tidak selesai bersamaan dengan titik ini, namun akan terus berada di kancah bisnis musik dunia dengan koma, tanda sambung dan tanda seru. Piss!@2013AldoSianturi /Photo: Aldo Sianturi, SlankDotCom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense