SLANK IS VOICE OF THE YEAR

On 9 May, 2013 by Aldo Sianturi

Slank with Hermawan Kartajaya

Sebelum anda membaca tulisan ini, sebaiknya saya sarankan untuk mampir ke  blogpost saya sebelumnya yang berjudul #SLANK #MUSIC #MARKETING http://aldosianturi.com/slank-music-marketing/. Agar kehadiran Slank di Jakarta Marketing Week 2013 (http://jakartamarketingweek.com) bisa anda pahami  secara mendasar. Pada tanggal 29 April s/d 5 Mei 2013, MarkPlus Inc. mengadakan sebuah acara bertema pemasaran di Kota Kasablanka. Acara ini akan menjadi agenda tahunan untuk DKI Jakarta.

Saat mempertemukan Slank dengan MarkPlus Inc., HK (Founder dan CEO MarkPlus Inc.) mengundang Slank untuk hadir di salah satu sesi acara yang sedianya dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2013 yang bertepatan dengan hari jadi MarkPlus Inc. yang ke 23 tahun. Kesempatan tersebut dirasa cukup baik untuk kedua belah pihak dan Slank dengan komitmen profesional datang menyambangi tempat acara langsung dari Banyuwangi yang dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Mereka begitu senang berada di kota sebelumnya, apalagi bertemu dengan Bupati Banyuwangi yaitu Abdullah Azwar Anas, M.Si. (40 Tahun) yang menurut mereka memiliki karakter dan integritas yang baik sebagai pemimpin modern.

The Audiences

Setelah beristirahat sejenak, Ms. Tiwie dari MarkPlus Inc. memandu Slank untuk bergabung bersama tamu-tamu yang sebagian besar adalah CMO (Chief Marketing Officer) dari berbagai korporasi. Diantara nama besar yang berada di area utama adalah Agung Adiprasetyo (CEO Kompas Gramedia), Komjen Pol Drs. Nanan Soekarna, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Tanri Abeng, Joe Kamdany (CEO Data Script) dan beragam nama lain. Acara tersebut dibuka oleh Anies Baswedan (Intelektual Dunia) yang dipersilakan oleh MarkPlus Inc. menyampaikan “Lecture of The Year” yang berbunyi The New New of Indonesia. Anies Baswedan memaparkan perspektif edukasi yang harus terus diutamakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

Setelah itu, giliran Slank yang duduk di atas panggung bersama Jacky Mussry (Chief Knowledge Officer, MarkPlus, Inc.). Jacky menyampaikan bahwa Slank dipilih sebagai Voice of The Year atas kontribusi dan manifesto yang dimiliki terhadap perjalanan generasi muda di Indonesia. Slank yang berada di tengah The Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club memang menarik untuk diselebrasikan. Kaka (Vokalis Slank) dengan rendah hati bertutur bahwa kehadiran mereka bukan karena tidak menghormati para tetamu, tapi business attire Slank dalam berbisnis musik memang sederhana dan informal. Diferensiasi Slank memang langsung terasa untuk semua yang hadir di tempat.

Jacky Mussry dengan telaten menyampaikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan masa lalu, masa kini dan masa depan Slank terhadap Indonesia seraya meminta perhatian audiens untuk mendengarkan lagu Slank yang berjudul Generasi Biru dipasang dalam volume yang cukup keras dalam beberapa saat. Bimbim menyampaikan bahwa korupsi adalah situasi yang sampai hari ini belum dapat diselesaikan oleh Indonesia. Melalui karya cipta yang selama ini diproduksi, Slank berharap bahwa Slankers (sebutan untuk penggemar Slank) bisa memetik nilai edukasinya. Ivan dan Abdee juga memaparkan opininya dalam sesi tanya jawab yang optimal tersebut. Hermawan Kartajaya tidak melupakan Bunda Iffet yang berada di tempat duduk barisan terdepan. Bunda Iffet menyampaikan bahwa cinta adalah hal yang mendasari keberlangsungan perhatian dan kontribusinya kepada Slank.

Dalam kesempatan tersebut, HK menyampaikan bahwa Slank adalah sebuah band yang selama ini sudah memiliki jam terbang bekerjasama dengan brand. Untuk itu, HK mempromosikan secara verbal kepada semua audiens bahwa jangan pernah berpikir dua kali bila ingin melakukan kerjasama dengan Slank dalam beragam urusan bisnis. Ini adalah keberhasilan bersama, dimana Slank adalah wakil dari masyarakat dalam menyampaikan beraneka aspirasi melalui keberadaan, karya cipta dan sikap yang membumi. Menutup acara yang spektakuler tersebut, Slank menyanyikan lagu “Lembah Baliem” yang turut menampilkan lagu Yamko Rambe Yamko yang terdengar enak tapi menggambarkan kesedihan dalam perspektif saudara kita di Provinsi Papua. @2013AldoSianturi/Photo:Aldo Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense