SEMUA SEDANG RESAH

On 18 March, 2010 by Aldo Sianturi

Semua orang dalam koridor Music Business di Indonesia sedang resah. Ya di seluruh dunia juga begitu. Namun saya sengaja mempersempit jarak pandang dalam penulisan ini. Hari ini saya melakukan 3 produktif meeting berbeda yang di sela-sela diskusi, beragam tipe keresahan diangkat tanpa rencana namun malah menimbulkan tarik-menarik respon yang penuh kualitas. 

Music Business itu luas sekali. Pelatarannya bukan cuma antara musisi dan label saja, namun siapapun yang berhubungan dengan audio, visual dan fisik daripada elemen musik tersebut. Saya mengatakan resah, karena baik yang tampak di permukaan dan sebaliknya, semua sedang memetakan apa sebenarnya yang terjadi dengan singgasana nyaman yang telah diraih selama ini. Dalam sekejap semua langkah yang selama ini dapat diayun dengan mudah tiba-tiba melambankan 360 sendi yang dimiliki manusia. Otak kiri dan kanan pun disalahkan karena dianggap tidak berfungsi sempurna layaknya perjalanan untuk tidur, bangun dan makan.

Memang tidak mudah untuk mencari jawaban atas rahasia di alam ini, namun bersamaan dengan waktu, tak terhingga jumlahnya keresahan dalam format apapun mendapatkan jawaban dari Allah Maha Besar. 

Bukan hanya musisi, manajer musisi dan penggiat label rekaman yang mengalami kebuntuan dan kelelahan kalau-kalau segala mimpi, ide dan investasi waktu plus kerja keras-nya sama sekali tidak berbuah ketika dieksekusi. Ironisnya, bilamana hal itu terjadi maka sudah pasti meniadakan arti mata uang yang disebar, ditanam, diharapkan atas dasar paradigma warisan pengeksplotasian hasil karya musik. Bila sampai pada situasi ini, maka kecenderungan yang terjadi adalah manusia mengalami krisis atas penghargaan proses yang dijalani dengan kesadaran penuh. Saling tuding, saling umpat diantara tim pun tidak terbendung lagi.

Inilah bilamana kita tidak menyadari bahwa perubahan itu bergerak tanpa menggunakan alat ukur dengan merk apapun. Inilah bilamana kita memutus mata rantai kesadaran kita untuk selalu peka terhadap masa lalu, masa kini dan masa depan. Inilah bilaman silaturahmi kita hanya bagus kepada manusia dan melupakan alam semesta.

Keresahan memang mudah disembunyikan lewat narasi, gerak dan perbuatan, namun sederet kapasitas dalam Music Business seperti Sound Engineer, Promoter, Vocal Coach, Penjual Used CD/Vinyl, Produser, Agen, Retailer, Penjual Merchandise tanpa harus diaudit, sudah pasti menanam virus resah yang amat liar di kepala dan hati. Berulang lagi mereka menciptakan manuver untuk menenangkan perubahan yang sedang bergerak, namun semua hanya bersifat sementara. Setelah itu kembali mereka semakin suram melihat bidang ini untuk ditinggali dan diseriusi apalagi dikembangkan. Banyak dari mereka yang banting stir bekerja di bidang lain dan melupakan musik sebagai sesuatu yang selama ini diteladani. Dengan hilangnya wujud fisik dari para pemilik ekspertis Music Business, maka menjadi sebuah kemunduran.

Miris memang bila kita mengurai keresahan dan situasi ini harus segera diterima sebagai ya tadi, yaitu sebuah perubahan. Perubahan yang meminta kita untuk benar-benar mengenal diri kita dalam menghargai apa yang kita miliki dan juga orang lain miliki. Pendeknya kita tidak memerlukan template-template pemikiran mutakhir atau bergengsi bilaman ingin mengantarkan karya cipta atau konten kita sebagai opsi bagi siapapun yang membutuhkan. Kita sekarang berada di posisi “RESET”, dimana angka awal kita adalah “000” yang berarti kita punya kebebasan menjalani hidup kita tanpa harus memberhalakan segala metrics, benchmark ataupun mantra bisnis yang selama ini diterapkan oleh masa lalu. You know who you are and You are who you are.

Dengan berlaku jujur dan realistis, maka kita akan sampai kepada sebuah gurun kebahagiaan yang dapat dihuni bersama-sama siapapun pengagum kesederhanaan. Kikislah keresahan yang selama beberapa waktu telah membuat kamu melupakan Allah, Alam, Keluarga dan Dirimu sendiri.

Show to the world that “We Are Bigger Than Our Problems!” @2010aldosianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense