SEMUA JUGA MAU PUNYA BANNER DIGITAL

On 1 July, 2016 by Aldo Sianturi
Tampilan Deck iTunes Stores

Tampilan Deck iTunes Stores

Hampir setiap praktisi yang saya jumpai di bisnis musik rekaman selalu menanyakan apakah bisa mendapatkan banner utama di Digital Stores. Pertanyaan ini memang harus terus dijawab karena ada serial edukasi yang harus dipahami betul oleh pemilik konten. Semoga tulisan panjang ini menjadi pemahaman agar tidak hanya mau tapi tau apa yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

1. Memahami Toko Digital
Ada berbagai macam platform/ toko digital yang ada dan dengan mengetahui bagaimana cara menggunakannya dengan baik dalam memasarkan sebuah konten akan sangat membantu untuk mencapai target audiens yang tepat. Pembedaan servis yang diberikan oleh platform yang berbeda-beda, seperti streaming services, product buying services, dan featured and special featured services. Hal ini menimbulkan gaya adaptasi yang berbeda-beda oleh user. Serta, bentuk dan cara promosi yang berbeda juga.

2. Digital vs On-Ground
Pentingnya mengawinkan antara distribusi konvensional dengan digital. Visibilitas pada on-ground diperlukan untuk menggiring ‘pembeli’ secara online. Kata lainnya, memberikan jalur untuk pembeli memiliki awareness terhadap produk. Setelahnya, tidak cukup harus puas dengan itu, tetapi harus ada usaha untuk membuat Call To Action agar terjadi engagement dan product trial didalamnya. Dalam strategi, Call To Action ini seringkali luput dari perhatian. Promosi gencar dilakukan namun tidak ada informasi bagi khalayak di mana mereka dapat mendengarkan/mendapatkan produk tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menaruh QR Code atau logo toko digital dalam alat promosi seperti flyer, e-flyer, artworks, poster, banner etx. Dengan menjembatani digital melalui fisik sangatlah esensial. Selain itu, keselarasan untuk mempromosikan sebuah konten dengan baik dan proporsional sehingga terbentuk menjadi sebuah campaign/kampanye yang selaras pada platform digital maupun non-digital. Keduanya arah tersebut, baik on-ground maupun digital, harus dapat terlihat konsisten dalam mempromosikan konten-konten, serta dalam cara untuk saling menjembatani.

3. Mendalami Perihal Bagaimana Trade Marketing Bekerja Bagi Sebuah Konten
Trade Marketing adalah fasilitasi kegiatan untuk konten agar dapat dipromosikan oleh toko digital yang ada. Kegiatan ini memerlukan himpunan informasi mengenai strategi promosi yang telah atau akan dilakukan, histografis artis atau rilisannya, serta foot print/sepak terjang artis/rilisan dalam industri musik – sebagai letak kekuatan yang nantinya dapat dijadikan amunisi yang dapat membantu sebuah konten mendapatkan visibilitas yang baik/spot light. Oleh karenanya, Trade Marketing membutuhkan persiapan komunikasi dengan partner sejauh 4-8 minggu sebelum Release Date, dengan konten yang siap submit sejauh sebelum 8 minggu sebelumnya.

Kebutuhan Trade Marketing disampaikan kepada distributor minimal satu (1) bulan sebelumnya. Agar dapat membantu mempersiapkan kampanye digital yang berkesinambungan dengan kampanye yang dilakukan secara offline. Data-data yang dibutuhkan adalah seputar key marketing info dan turunannya, histografis artis atau rilisannya, serta foot print/sepak terjang artis/rilisan dalam industri musik. Sekiranya jika ada informasi lain, sejenis prestasi yang dimiliki oleh artis atau sebuah rilisan, penting juga untuk disampaikan. Nantinya hal tersebut akan menjadi nilai tambah Trade Marketing dalam memperjuangkan konten-konten kepada platform-platform yang ada. Tentunya hal ini akan berjalan lebih baik jika dapat ada penyampaian release timeline yang nantinya secara parallel bersama-sama kita akan bangun peleburan strategi yang mumpuni antara online dan offline content marketing.

4. SmartURL
Kegunaan dari SmartURL dan cara penggunaannya. (www.smarturl.it). SmartURL adalah mesin yang dapat meringkas URL panjang menjadi unique URL. Pembuatan unique URL ini akan berdampak baik pada sebuah konten dalam membangun search strategy yang dapat membuat sebuah konten menjadisearchable/mudah di cari. Selain itu dengan SmartURL, link yang dilahirkan dapat di tracking dengan mudah, sehingga informasi berupa banyak visitor dan bounce rate (berapa banyak orang yang keluar dari link tersebut tanpa melakukan aksi terhadap konten seperti like atau buy/membeli) dapat diperoleh. Dengan begitu, audiens dapat dengan mudah melakukan pencarian dan langsung tertuju pada produk yang mereka kehendaki.

5. Maksimalisasi Social Assets
Pembahasan social media perlu ditilik melalui berbagai sudut pandang. Serta, memahami bagaimana cara untuk menggunakannya serta memaksimalkan fungsinya. Memiliki social media adalah memiliki sebuah majalah yang perlu diisi dengan konten yang bermutu setiap harinya sehingga dapat menarik audiens ataupun pembaca. Oleh karenanya, penting adanya untuk membangun dan mengimplementasi manajemen yang baik terhadap social assets yang dimiliki, yakni sebagai berikut:

– Establishing Profile on Social Assets: Setiap platform social memiliki area profil yang perlu diperhatikan dengan baik oleh sebuah brand. Dalam hal ini, label ataupun artis yang bernaung didalamnya merupakan sebuah brand. Baik atau buruknya sebuah brand dapat dengan mudah di nilai melalui penampilan oleh khalayak luas. Apalagi khalayak dapat dengan mudah mengakses social platform yang dimiliki sebuah brand.

Oleh karena itu, baiknya penampilan tersebut dipersiapkan dan dipikirkan secara matang sehingga dapat di lihat khalayak secara apik dan proporsional. Penampilan ini secara langsung dapat di lihat melalui kolom banner, skin, atau display picture/avatar sebuah social profile. Dengan mempersiapkannya dengan baik, maka persepsi positif dari khalayak dapat di raih. Dalam membangun sebuah profil sosial, perlu diperhatikan beberapa hal yang cukup esensial, yakni estetika dari penampilan banner, skin dan display picture – dari segi keselarasan warna, pemilihan artwork yang sesuai bagi kenyamanan mata, dan juga ukuran dimensi yang sesuai supaya terlihat proporsional.

Fasilitas dari platform sosial tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana promosi. Misalnya dengan mempromosikan rilisan yang ada melalui media tersebut. Serta, tidak luput juga untuk menampilkan copy-writing yang baik dan platform di mana kita dapat membeli produk yang sedang dipromosikan sehingga banner yang tertera dapat menjadi momen Call-To-Action bagi user yang melihat.

– Response Management: Kesadaran untuk merespon setiap aksi dari audiens adalah hal yang sangat fundamental dalam media sosial. Penilaian baik atau buruknya manajemen sebuah brand dapat juga ditilik melalui kehadirannya di dunia maya. Respon menjadi sangat penting dikarenakan hal tersebut adalah wujud dari pelayanan konsumen dari sebuah brand. Ketika hal ini tidak dilakukan, maka akan terjadi preseden buruk oleh sebuah brand. Oleh karenanya, penetapan manajemen dalam servis ini perlu untuk segera diimplementasikan – melalui tidak adanya komen, maupun pertanyaan yang dilontarkan oleh audiens melalui sosial media yang tidak terlewatkan untuk di jawab setiap harinya.

– Content Development: Penetapan untuk standarisasi dalam mempublikasikan sebuah sosial konten. Setiap konten/postingan akan melalui sebuah sistem planning, yakni Editorial Plan. Dengan adanya editorial plan ini diharapkan konten-konten yang muncul nantinya akan menjadi lebih sistematis dan proporsional. Serta, lebih daripada itu setiap rilisan menjadi punya tempat/plot yang pantas di media sosial yang dimiliki oleh sebuah brand sehingga visibilitasnyapun diharapkan akan meningkat jauh dari sebelumnya.

Inisiasi editorial plan juga adalah untuk membuatkan tema yang berbeda setiap bulannya, setiap minggunya, dan setiap harinya. Pengusungan tema yang berbeda-beda ini akan membantu meningkatkan user experience saat mereka memutuskan untuk mengikuti sebuah media sosial. Pengusungan tema dapat dibedakan melalui hashtags – yang nantinya akan menjadi sistem arsip yang baik dalam sistem search. Standarisasi juga dilakukan melalui keharusan membubuhkan buy link (yang telah dipersingkat melalui smartURL) pada konten, serta penggunaan hashtags.

– Audience Bidding & Targeting: Dalam membangun platform sosial yang baik, kiranya harus ada pengenalan terhadap demografis dari fans/audiens yang melihat konten miliknya. Dengan mengenal dengan baik SES, sebaran umur, gender, dan demografis lainnya, akan dapat membantu brand menempatkan dirinya melalui konten dan caranya berbicara dengan audiens. Hal ini juga perlu diaplikasikan ketika menggunakan social ads untuk mempromosikan sebuah konten.

– Social Listening: Pentingnya menilik trend dan mengawinkannya dengan promosi dan pemasaran konten. Dengan membuka mata dan telinga, maka peserta dapat secara kreatif membangun strategi untuk memasarkan konten miliknya.

6. Kampanye Kreatif
Kampanye kreatif dibutuhkan untuk beberapa konten yang memerlukan treatment khusus. Banyak hal yang dapat dilakukan secara kreatif terhadap sebuah rilisan. Dengan membuat framework menyusun strategi rilisan. Preparation adalah saat di mana pengumpulan data yang diperlukan untuk merilis, analisa pasar dan inisiasi “ideation” atau di mana semua ide dikeluarkan – yang kemudian dicocokan dengan kondisi yang telah atau akan dihadapi dan di susun menjadi sebuah strategi promosi dan pemasaran yang mumpuni.

Release adalah saat di mana konten yang di maksud di rilis ke pasaran – dan hal yang wajib diimplementasikan pada saat sebelum maupun saat konten berada dalam masa rilis. Serta, sustenance adalah bagaimana kita dapat mempertahankan posisi konten di pasaran selama mungkin dengan strategi-strategi yang baru dan inovatif untuk meningkatkan user experience sehingga terjadi lebih banyak selling.

7. Eksploitasi Konten Ke Luar Negeri
Banyak kemungkinan yang bisa di raih melalui persiapan Trade Marketing yang baik. Ketika sebuah konten memang mampu untuk dipasarkan di luar negeri sendiri dan menjadi awareness bagi diasfora Indonesia. Namun ada hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya, yakni tentang bagaimana demografis fans di Negara tujuan. Serta, data yang memuat studi mengenai kemungkinan konten yang di maksud akan laku di pasar luar – atau hal lain seperti bukti artikel yang memuat ulasan sebuah album dari Negara lain misalnya.

8. Strategi Promosi Silang Antara Physical dan Digital
Penyusunan kampanye yang selaras antara offline dan online menjadi sangat penting untuk kesuksesan pemasaran dan promosi sebuah konten. Oleh karena itu, agar untuk diperhatikan bahwa dalam penyusunannya diperlukan ketelitian dan pengambilan keputusan yang matang. Dengan begitu, kehadiran sebuah konten di pasaran bisa mendapatkan visibilitas dengan baik. Dengan penyusunan rencana yang menyeluruh pula dapat terjadi maksimalisasi penggunaan fasilitas in store experience online maupun offline.

Rute ini dapat membantu penyusunan strategi yang dapat membawa pembeli kepada experience on-ground – online – on-ground. Diharapkan terjadinya konversi yang baik melalui kombinasi secara penggunaan platform digital dan fisik. @2016/KaraMindy & Aldo Sianturi (Photo: Apple).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense