SEJUMPUT HARAPAN MUSISI UNTUK TVRI

Sejarah panjang dunia musik di pertelevisian membuat musisi memiliki respek yang tinggi terhadap TVRI. Musisi paham betul situasi yang terjadi dan selalu berusaha menaruh harapan positif kepada setiap pemimpin barunya. Untuk itu musisi pun berbagi harapan jujur dan tegas yang selama ini hanya tersimpan di lubuk hati.

Musik adalah primadona. Musik tidak pernah ditiadakan di televisi manapun. Karena musik selalu berperan vital menjadi perekat bagi semua program yang ditransmisi ke seluruh pelosok daerah. Sejarah menukas mutlak bahwa Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah rumah eksposur perdana bagi musisi Indonesia yang proses kerjanya kerap terdisrupsi oleh bauran kepentingan bisnis-politik.

Hidup bersama TVRI telah dilewati selama hampir 6 dekade. Namun sekian lamanya waktu berjalan, generasi milenial tetap gagal paham dengan TVRI. Mereka lebih kagum melihat perkembangan BBC dari Inggris. Terus terang, nama TVRI terlampau asing, old-school dan terpencil bagi mereka yang punya banyak pilihan konten di jaman digital. Menara dan bangunan besar yang berdiri tegak di Kawasan Senayan hampir tidak pernah digubris oleh netizen. Malahan lebih banyak para pengembang properti yang melihatnya sebagai berlian.

Romantika panjang antara TVRI dengan musisi generasi 70an dan 80an hanya menyisakan memori kebersamaan yang berangsur-angsur pupus tanpa diketahui sebab yang jelas. Meski nama stasiun ini sering naik-turun di jagad media, tetapi yang jelas bukan karena kelahiran program musik yang spektakuler melainkan hal sepele. TVRI hidup antara ada dan tiada. Namanya sempat membuat orang menoleh lagi ketika raja kuis pertelevisian Helmi Yahya dipilih menduduki tampuk paling tinggi. Perlu diakui, meski singkat tapi beliau sempat menjadi sinar harapan tokoh musik nasional dengan beberapa terobosan yang berarti.

Musisi bukannya tidak peduli dengan TVRI. Mereka tetap bangga ketika menceritakan sepak terjang saat menyajikan dan ambil bagian pada program-program musik berkualitas seperti Nada Dan Improvisasi, Irama Jazz, Pojok Jazz, Musik Malam Minggu dan sebagainya. Namun banyak yang tergeser karena aroma komersialisasi yang ditawarkan pebisnis musik rekaman. Mereka bingung dengan pekerja lama yang tidak pernah mau repot berdiplomasi dengan tokoh musik.

IDANG RASJIDI
Saya punya kedekatan yang amat sangat dengan Brand TVRI. Perspektif saya cukup dalam dan jeli melihat perjalanan dan perubahan yang sekian lama terjadi di tubuh TVRI. Melalui pendekatan psikologis dan fisiologis saya sangat terbuka untuk melakukan diskusi terbatas dengan Direktur Utama TVRI terbaru Pak Iman Brotoseno. Saya berharap beliau mau membuka diri dan mendengar kritik secara langsung sebagai peta untuk mengetahui harta karun. Saya dan kamu tentunya ingin TVRI menjadi keren!

BIMBIM “SLANK”
1. TVRI bikin program yang murah-murah saja, playback seperti jaman European Top 10 sekitar tahun 80’an.
2. Konser-konser live artis Indonesia dari jaman dulu sampai sekarang ditayangkan saja secara bergantian. Slank aja banyak tuh dari Sondre sampe Java Jazz Festival dan lain-lain.
3. Saya menyarankan agar TVRI menerjemahkan teks ke Bahasa Inggris semua acaranya, biar dunia menyimak kita. Mesti jadi corong propaganda Indonesia di mata dunia.

YOVIE WIDIANTO
1. Saya melihat bahwa TVRI punya banyak peluang untuk semakin memajukan musik seperti cerita-cerita sebelumnya.
2. Diperlukan komunikasi yang baik untuk dapat berbicara kepada semua tokoh-tokoh yang berkepentingan dengan sopan santun yang luar biasa.
3. Diperlukan ketenangan hati dalam bekerja untuk tujuan-tujuan yang berjenjang.

ONCE
1. Mempergunakan keunggulan TVRI dalam hal luas jangkauan dan inventaris yang ada serta sumber daya manusia-nya.
2. Mempergunakan studio-studio TVRI di luar DKI Jakarta untuk menampilkan bakat-bakat musik di seluruh indonesia.
3. Menggairahkan percampuran warna musik lokal dan international dengan menampilkan karya-karya musik indonesia yang original dan unik.
4. Mempromosikan acara program musiknya di akun media sosial dan media pers konvensional baik cetak maupun elektronik dengan lebih agresif.
5. Membuat program2 yang lebih populer dinamis namun juga tetap berpihak pada idealisme musisi indonesia.
6. Memiliki produser-produser program musik yang baik dan memiliki selera yg tinggi dalam membalut program acara, sehingga tetap menarik
7. Program musik yg pop bisa ‘mensubsidi’program musik yg lebih apresiatif.
8. Membuat program penghargaan musik yang menghibur tapi tetap sopan.
9. Menampilkan program musik antar generasi.agar sejarah musik Indonesia tetap terpelihara dan dihormati, sehingga generasi muda justru menjadi lebih progresif dan tdk hanya mengulang apa yg sdh dibuat di masa lalu, bahkan tanpa menyadarinya.
10. acara variety show atau acara tangga lagu dari klasifikasi musik yg berbeda beda.
11. TVRI harus memiliki kekuatan di bidang “new media” sehingga lebih bisa di akses kapan saja dan di mana saja
12. TVRI harus menjadi contoh sbg jaringan penyiaran yg membayar royalty musik.sehingga lebih mendapat simpati dari insan musik Indonesia. dgn demikian gairah dan produktivitasnya tetap terjaga.

DAMON KOESWOYO
1. TVRI sebaiknya memperbanyak acara musik baik dari sisi edukasi maupun sisi hiburan dan sebelum membuat acara, sebaiknya harus berembuk dengan generasi sekarang juga dan bukan cuma sama generasi orang tua saja. Programnya bisa segar
Dan lebih lebar cakupan peminatnya.
2. TVRI jangan lagi membuat konsep yang kuno dan pengulangan. Karena secara kreatif harus bisa menunjukkan kalau saat ini dipimpin kaum muda yang memberikan ruang anak muda dari sisi produksi sampai eksekusi program.

ANANDA SUKARLAN
1. Tentu diharapkan TVRI tidak pilih kasih dalam menayangkan genre musik yang berbeda, menayangkan genre musik yang lebih variatif termasuk yang tidak begitu populer

karena TVRI tidak memerlukan rating. Jadi TVRI diharapkan juga menayangkan musik yang “tersisihkan” terutama musik-musik daerah DALAM VERSI ASLI-nya, bukan yang sudah “dibikin enak di telinga” dengan penambahan rhythm sections atau instrumen seperti synthesizers. Bukan! Pakai alat musik tradisional, dengan para musikus yang benar-benar menggelutinya tanpa dibikin cantik.

2. Selain itu saya harapkan TVRI menayangkan genre musik yang universal seperti jazz dan classical. Pertanyaannya: ini kan bukan musik Indonesia? Jawabannya: SALAH! Dalam musik klasik, saya sudah bisa claim bahwa kita sudah memapankan identitas Musik Klasik Indonesia. Salah satu buktinya adalah Rapsodia Nusantara sudah dimainkan oleh ratusan pianis di seluruh dunia! Bahkan ada anak Amerika usia 10 tahun yang menang kompetisi karena Rapsodia Nusantara, coba baca tautan di bawah ini: https://www.thejakartapost.com/news/2018/11/05/guess-what-prodigal-pianist-impresses-ananda.html

3. Jadi, kualitas artistik dari setiap karya musik yang ditayangkan itu bukan karena musik itu “enak didengar” tapi karena musik itu autentik dan elemen-elemen aslinya tetap intact. Kalau “dimodifikasi” seperti halnya Rapsodia Nusantara yang mengambil material dari musik-musik daerah, tujuannya bukan supaya musik itu jadi “easy listening” (justru sebaliknya sih, banyak orang Indonesia complain dengar Rapsodia Nusantara itu kok ribet ya hahaha) tapi untuk membawanya ke kelas dunia dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat bisa komunikatif dan kolaboratif dengan pemain-pemain musik dunia terbaik.

YUDHI “WAYANG”
1. Mungkin TVRI harus lebih berani dengan konsep-konsep anak muda karena mereka dari segi konsep lebih fresh ngak ketinggalan jaman. Karena yang saya perhatikan stasiun televisi yang mayoritas dikembangkan sama anak2 muda yg kreatif lebih bisa diterima oleh kalangan millenial sekarang dibandingkan televisi-televisi yg masih bertahan dengan konsep lama.

 

BONGKY “BIP”
1. Kalo sekarang liat TVRI musti RENOVASI atau REVOLUSI BRAND dulu baru minatnya masuk. Sudah jauh ketinggalan dari penontonnya. Soal perubahan yang mau dilakukan TVRI pernah menjadi wacara saya sekitar 4 tahun silam. Kalau portalnya TVRI sudah berubah baru konten musik dan lain-lain bisa ikut berubah.

ADAM “KOIL”
1. TVRI semoga dapat membuat sebuah program musik yang berkelas tentunya, dimana di dalamnya ada fitur live band, interview, video presentation, music review, new artist presentation yang tentunya semua dikurasi dengan baik dan berkelas tentunya.

Karena saya sudah melihat banyak acara yg mengandung fitur fitur tersebut baik di TV maupun YouTube, tapi banyak juga diantaranya yang tidak berkelas sehingga membuat artis sendiri pun malas terlibat di dalamnya, dan satu hal lagi program tersebut harus mendukung artis artis baru dari berbagai genre dalam upaya regenerasi darah baru.

JOHN PAUL IVAN
1.Support maksimal ke semua musisi indie sampai mainstream, dari yang baru keluar album perdana sampai yang sudah ratusan karya nya, dari lagunya paling nyeleneh sampai yang bombastis penjualan lagunya.
2. Harus bisa jeli terhadap sikon di luaran, apa yang bisa diangkat dari yang bukan siapa-siapa menjadi sesuatu yg baru/trend.
3. Selalu mensosialisasikan bikin/bawain karya lagu sendiri. Jangan suka mempublish artist yg hanya mengcover lagu orang saja, atau bikin program musik yg isinya bawain lagu2 lama, coveran semua. GAK ADA GUNA DAN TIDAK MENDIDIK untuk menjadi seorang artist/musisi yang bisa punya nilai jual dan kebanggaan atas dirinya sendiri.
4. Memaksimalkan dan menyempurnakan produksi broadcast, video dan audio dengan SDM yang mumpuni dan up-to-date, pemakaian alat-alat yang sangat memadai, tidak asal-asalan dengan yang itu-itu saja, karena alasan budget produksi kecil. Tidak semua artist/band harus seragam memakai alat-alat yg disediakan seada nya, harus mau mendengarkan atas permintaan klien/artist apa yg mereka butuhkan yg disesuaikan dengan musik yg dimainkan.
5. Semua pihak harus belajar untuk semakin menjadi orang yang lebih profesional di bidangnya.
6. Menjaga nilai dari kekayaan intelektual, semua harus dalam bingkai kerja yang legal dan sesuai porsinya masing-masing. Semua ada nilainya, sekecil apapun itu, harus tertera. Ini adalah industri, semua ada unsur bisnis di dalam nya. Ada uang ada barang, ada karya ada uang. Klien, artist, sponsor, lawyer, crew tech, managers, office boy, tukang make up, dll. Intinya semua harus dihargai, semua ada harganya, dan harus jelas dalam pembayaran, hitam diatas putih bermaterai dan bertanggal.

ALI AKBAR SUGIRI
1. Konten musik yang menarik dan berbobot terutama yang merepresentasikan identitas bangsa masih sangat memerlukan media televisi maupun radio walaupun di era globalisasi ini sosial media memegang peranan penting.
2. Media televisi tetap memegang peranan tersendiri yang bisa memberikan edukasi, sosialisasi dan apresiasi masyarakat dalam hal
Ini khususnya di bidang seni dan budaya. TVRI selaku lembaga penyiaran publik pertama tentunya kami harapkan bisa mengakomodir hal tersebut yang mana sebenernya seni pertunjukan bisa menjadi komoditi utama untuk negara.
3. Musik Orkestra, drama musikal, musik anak-anak, pertunjukan dari band maupun penyanyi yang sudah establish di industri musik tanah air ataupun pendatang baru di musik tanah air dan tak luput juga musik2 traditional,tarian traditional, musik dangdut dan musik melayu yang merepresentasikan identitas indonesia tentunya harus bisa menjadi konten yang sangat menarik dan bisa dikemas dengan lebih menarik lagi, yang kemudian bisa disampaikan kepada masyarakat Indonesia melalui TVRI.
4. Bila hal ini bisa direalisasikan tentunya apresiasi masyarakat akan meningkat seiring dengan meningkatnya intelektual masyarakat Indonesia dan hal ini sangat berpengaruh pula terhadap kualitas para pelaku seni di tanah air.

TONY Q RASTAFARA
1. Serahkan pembuatan kreatif program ke generasi mienial yang mengerti konsep dan strategi program musik untuk masa depan.
2. Berani berinovasi dengan menampilkan musik-musik tradisi atau pun modern secara masif dan harus berkualitas tanpa unsur KKN.
3. Harus meninggalkan budaya lama TVRI (Maaf, ABS: Asal Bapak Senang). Ini yg paling penting dicermati dan dilaksanakan secara baik dan benar. Salam damai!

GENTA “GARBY”
1. TVRI sebagai TV Nasional Indonesia sebaiknya bisa memfasilitasi musisi daerah, musisi Indonesia pada umumnya dengan berbagai genre.
2. Sebagai media sahabat2 musisi untuk berkarya,dan sbg wadah untuk berekpresi dgn venue yg disediakan TVRI
3. Mungkin kita juga bisa mengadaptasi konten musik negara Korea Selatan dimana Pemerintah dan instasi terkait saling mendukung dan mendukung musisi.

 

 

JOHN PARAPAT “SWEET MARTABAK”
1. Harapan besar saya tentunya harus selalu ada acara musik yang variatif dan kontinyu di TVRI. Menurut saya acara musik tidak melulu harus menampilkan artis-artis ternama, walaupun jenis acara tersebut yang umumnya akan meningkatkan rating penonton. Acara musik bisa dikemas beragam. Misalkan saja dalam bentuk acara lomba nyanyi anak, kuis musik semacam Berpacu Dalam Melodi, festival karaoke, ajang lomba cipta lagu, etalase band/musisi indie, etalase bagi musik pop daerah, acara belajar bernyanyi seperti bina vokalia di masanya, dan banyak lagi yang lain.
2. Televisi itu harusnya berperan bukan cuma sebagai media hiburan dan pusat informasi tapi layarnya juga harus menjadi penyalur mimpi dan inspirasi bagi penontonnya. Banyak sekali artis dan musisi besar yang kita kenal saat ini lahir dari acara televisi atau setidaknya cita-citanya dahulu untuk menjadi musisi/penyanyi diawali berkat menonton tayangan musik yang mereka lihat di televisi.
3. TVRI yang siarannya menjangkau hingga ke pelosok tanah air tentunya bisa dan harus terus menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya bakat2 musik baru nantinya. Sebagai pencinta musik hip hop, saya suka terkagum melihat kenyataan di Indonesia Timur beberapa tahun belakangan ini. Banyak anak2 muda papua, nusa tenggara, flores, maluku, dll yang saya temukan ramai mengisi kanal Youtube lewat karya-karya musiknya . They have always been there, waiting to be discovered.

SAL PRIADI
1. Semoga TVRI menemukan Creative Head yang tepat. Program dengan host yang menyenangkan, artistik yang bagus. Sebenarnya tidak peru fresh, bisa saja meniru program2 musik misalnya, di era MTV jaman dulu dan diangkat kembali.

 

BALAWAN
1. Pengembangan wawasan musik nusantara yang bisa tetap dikombinasikan dengan trend musik dunia
2. TVRI harus punya suatu program yang dinanti seperti di jaman dulu, misal acara aneh tapi nyata. Hmmm tapi dengan dominasi YouTube sekarang mungkin agak sulit, perlu proses dari nol, lagi untuk mendidik masyarakat untuk tertarik nonton TV, secara setiap orang jaman sekarang pengen exist, pengen punya channel sendiri. termasuk saya.
3. Mungkin dimulai lagi dengan hal dasar, misalnya edukasi melukis, atau belajar musik tradisi dengan cara yg modern.

WIESA TAMIN (RAPPER)
1. TVRI adalah aset nasional yang sangat perlu dibenahi secara keseluruhan, peran TVRI seharusnya lebih dari kondisi sekarang ini, yang dimana konsep visualisasi, konten dan artistik sangat ketat persaingannya. TVRI terlambat hampir 3-5 dekade untuk merekonstruksi dengan serius lini-lininya. TVRI harus sangat cerdas mengumpulkan SDM terbaik yang ada didalam negeri.

2. Saran untuk bisa memperbaiki baik secara produksi sampai output visualisasi adalah merombak jajaran formatur TVRI dari pucuk pimpinan kreatif sampai sdm kreatif ujung tombak TVRI, sebagai Televisi nasional seharusnya TVRI bisa menjadi garda depan mewakili seluruh nusantara untuk menyiarkan dan memberitakan ke seluruh dunia (output).

NIKITA DOMPAS
1. Menurut saya produksi konten singkat yang bersambung documenter musik Indonesia adalah penting diadakan mengenai: Musik Popular & Musik Tradisi di berbagai Provinsi Indonesia.             2. Melakukan “Live Music” di Studio TVRI di berbagai propinsi dengan kualitas yang rata dan bermutu.

SALMAN ARISTO
Melakukan adopsi acara macam Songland dan dokudrama milestone musik Indonesia ala It Might Get Loud, 20ft Freedom, atau Indonesian song that made us today. Juga serial drama tentang dunia musik Indonesia.

 

 

 

 

DUL JAELANI
Harapannya semoga TVRI bisa terus produksi acara musik yang berbeda, menghibur dan tidak membosankan dengan produksi sound yang bagus dan mengundang musisi dan band-band yang bagus.

 

AYAT “WHIZZKID”
1. Saya berharap TVRI bisa menjadi konten musik Indonesia dengan karya-karya anak negeri🇮🇩 dengan kemasan era digital sekarang. Melakuakn live perform dengan pendekatan seperti MTV dan direspon oleh generasi milenial.
2. Memberikan edukasi bermusik tentang pengembangan musik asli tradisional Indonesia dengan modern serta melakukan kegaitan Industri Award untuk musik independen.
3. Dulu pernah ada live musik Go rock di TVRI, cukup bagus animonya terhadap audiens, tinggal kemasannya lebih di bikin keren dan juga untuk genre musik lain.
4. Juga untuk para musisi legend Indonesia agar tidak kehilangan peradaban untuk generasi berikutnya.

CARLO SABA
1. Sebetulnya dengan pimpinan TVRI yg kemarin sudah bagus, karena TVRI sudah beradaptasi sedemikian rupa, sehingga yg tadinya bkn pilihan tontonan orang banyak sekarang secara perlahan berubah jadi pilihan tontonan masyarakat pd umumnya.
2. Yang paling penting adalah dgn kekuatan cakupan sel Indonesia, diharapkan TVRI bisa menghadirkan suguhan tayangan2 yg menarik, selalu berinovasi seringga menghadirkan informasi yg sifatnya mendidik ke sel masyarakat Indonesia, krn saya yakin TVRI jauh dari patokan2 rating yg hanya menghadirkan suguhan2 tayangan sinetron yg jauh dari informasi edukasi, seperti perlakuan TV2 swasta yg ada sekarang ini.
3. Sudah saatnya perubahan yg dilakukan kemarin, dilanjutkan lagi sehingga TVRI menjadi hatinya masyarakat Indonesia bukan di kota2 besar saja tapi sampai ke ujung2 daerah perbatasan Indonesaia, krn kemajuan masyarakat Indonesia tergantung dari Informasi yg diberikan.

Disinilah peran TVRI hadir dgn suguhan tayangan mendidik baik itu tayangan hiburan, edukasi, berita, olahraga, musik, film, saduran program2 TV luar yg bgs & informations dll, jangan mengambil suguhan2 yg dilakukan TV2 swasta seperti sinetron, infotainment, kalaupun ada suguhan sinetron betul2 dipilih yg mempunyai message positif & membangun, bkn hanya sekedar cerita konflik, perselingkuhan dll yg hanya menyuguhkan hayalan & angan2 senayan. Maju TVRI, Indonesia Berjaya … 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

ODDIE “SYC MINDED”
Simply put, TVRI has to be able to reach out and represent Indonesia as a whole. It has to have music programmes that showcase a wide range of musicians, songs, and genres that truly make up Indonesia. It cannot and should never be Jakarta-centric.

Would be ideal if TVRI is open to receive video content submission (that is strictly curated to meet a certain high standard of production) from musicians and labels from all over Indonesia. Not only in the form of music video but it must integrate discussions. Let musicians compete to give their best showcase to get a chance to be featured on a national TV.

WILLY “SKET”
1. Live musik plus talk show (edukasi bisnis musik dll) dengan detail sound-system yang bagus dan dikemas lebih full entertaintment dengan kuallitas gambar yang bagus pula. Tidak hanya sebuah program yang sekedar lewat dan uang mengalir kemana-mana tanpa mutu yang berjenjang.

CHAKA PRIAMBUDI
1. TVRI kalau bisa mengubah tampilan secara visual, saya sejujurnya sudah lama tidak nonton TVRI, terakhir sewaktu MAS Helmy Yahya pegang saya sempat lihat ada sedikit beda.

2, Mengenai konten, sebetulnya banyak yang bisa diangkat, supaya berbobot saya pikir mesti ada tim kurasi yang terdiri dari para ahli di bidang musik dan industri hiburan. Supaya tidak menampilkan yang itu itu saja, karena banyak talenta baru yang menunggu untuk kesempatan dan saya yakin bisa jadi inspirasi juga untuk penontonnya

REKTI YOEWONO “THE SIGIT”
Sepertinya arsip-arsip musisi 60-70-80an yang pernah diliput atau tampil di TVRI patut untuk disiarkan kembali sehingga dapat menjadi pengetahuan dan konten komunikasi bagi generasi sekarang dan selanjutnya.

ROBI “NAVICULA”                                                     Hmmm…. Harapan untuk TVRI: ada satu slot acara (sekitar 1 jam) yang menampilkan diskusi dan live band yang update dan dikurasi dengan baik. Misal seperti acara Radio Show era awal, tapi untuk musik-musik yg agak cult. Hanya untuk pancingan hype awal anak muda menoleh ke TVRi dulu, tes ombak, kalo sukses bisa mengerucut per genre: metal night, indie pop, eletronic/dance , hi photo/rap culture, alternative rock, etc.

Dikemas kekinian dan show ini juga bisa nempel/aktif di festival2 musik seperti Synchronize Festival Soundrenaline, etc. Acara talkshow/live/showcase yang kuratornya punya taste Bagus di musik. Topik diskusi bisa lebih luas, gak melulu ngomong musik aja, tapi jg diskus hal2 yg lebih berbobot, seperti UU permusikan, hubungan musik dg gerakan sosial, bagaimana bikin duit dg platform digital, trik how to go international, etc

PEPENG “NAIF”
1. Acara yang memutarkan video musik Indonesia,dan (bila memungkinkan) ada kompetisinya. Supaya konten video musik Indonesia kembali variatif,dan pembuat videonya semakin kreatif
2. Acara yang memutarkan live musik spesial various artists baru dari berbagai provinsi di Indonesia. Tentunya dengan kurasi ketat dari praktisi yang terpercaya. Supaya ter-highlight bibit artis baru musik Indonesia yang berkualitas
3. Kuis Musik Indonesia yang mengupas playlist musik Indonesia dari berbagai jaman
4. Pertunjukan Musik Indonesia Spesial yang menyajikan panggung musik artis2 musik profesional,tampil spesial solo (tanpa artis pembuka)
5. Acara Belajar Musik untuk amatir,dipandu oleh musisi profesional
6. Acara Belajar Menyanyi
7. Kuis Karaoke Lagu-lagu Indonesia (Pop & Daerah)
8. Acara Musik Daerah
9. Acara Lagu Anak Indonesia (Pop & Daerah),bisa dikemas dalam bentuk kuis,atau kompetisi menyanyi
10. Acara Musik Dangdut yang menampilkan panggung dangdut, kuis dan karaoke dalam satu acara khusus
11. Acara Sejarah Musik Indonesia yang dipandu oleh seorang artis musik,ditemani oleh narasumber2 terpercaya

HERUWA “SHAGGYDOG”
Sekedar masukan, coba pakai host-host dengan wawasan musik yang bagus. Mungkin bisa pakai mantan VJ-VJ MTV dulu seperti Jamie Aditya atau Nirina atau bekas wartawan majalah musik 😃

MARGIE SEGERS
TVRI harus menjadi stasiun televisi yang menghargai tokoh-tokoh musisi Indonesia. Jangan hanya berfokus ke musisi yang muda-muda saja. TVRI harus seimbang dan dapat mempertemukan lintas generasi dengan konsep yang menarik dan kreatif. TVRI harus menyerahkan Program Jazz kepada konseptor anak muda yang menguasai bidangnya.

@2020/AldoSianturi/Photo: Istimewa

One Reply to “SEJUMPUT HARAPAN MUSISI UNTUK TVRI”

  1. Harus bisa kasih peluang untuk generasi sekarang,terkadang yang usaha dari bawah gk dilirik ama TVRI Dan yang udh senior gk pernah tampil. Padahal yang senior kan buat motor penggerak,menjadi idola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *