PICK GITAR ADALAH PRODUK IMPULSIF

On 20 July, 2013 by Aldo Sianturi

Hari ini, saya punya pengalaman menarik ketika menyambangi Premier Music (Distributor Yamaha Music) di Cipinang Indah, Jakarta.  Kedatangan saya ke sana adalah untuk mengganti senar gitar nilon tipe C40BL yang berbodi hitam yang dipasang oleh Ebit, seorang staff di retail. Seperti biasa kami selalu membicarakan banyak hal baik urusan musik maupun non musik. Di sebuah etalase transparan, saya melihat ada kotak panjang bergambar Jimi Hendrix (IDR 90,000) dan Bob Marley (IDR 60,000). Sebelum saya bertanya, saya langsung diberitahu oleh Ebit bahwa itu adalah guitar pick bergambar masing-masing nama besar tersebut. Langsung saja kedua kotak kecil tersebut saya bayar di kasir. Kejadiannya hampir sama seperti mengambil permen di kasir supermarket. Tanpa ada yang menyadari, kepala saya berkecamuk sampai saya menuliskan tentang pengalaman ini dari perspektif bisnis musik.

Sebuah kotak kecil bergambar musisi dan berisikan pick dengan corak gambar berbeda dan dijual kepada publik adalah sudah jelas salah satu produk yang dikomersialisasikan dalam ranah bisnis musik. Ada harga di sana. Ini bukan pengalaman pertama saya mendapatkan guitar pick bernafaskan musik dan bergambar musisi modern. Ini pertama kali saya membahas bahwa pick adalah produk penting dan bisa juga saya kategorikan sebagai produk impulsif bagi populasi pencinta musik. Belanja impulsif adalah perilaku yang tidak dilakukan secara sengaja dan kemungkinan besar melibatkan pula berbagai macam motif yang tidak disadari, disertai perasaan menyenangkan serta penuh gairah.

 

Produser dari pick tersebut adalah Jim Dunlop (www.jimdunlop.com) yaitu perusahaan asesoris musik berbasis elektronik. Dunlop ada di Benicia, California dan telah hadir sejak tahun 1965 sampai sekarang. Selama 40 tahun, perusahaan ini juga merilis guitar effect, capo, tuner, straps dan senar gitar.  Jim Dunlop adalah perusahaan yang berbeda dengan Dunlop Sport (produk spesialis olahraga). Secara makro, saya langsung memikirkan manajemen rantai suplai yang terintegrasi yang dilakukan oleh Dunlop. Supply Chain adalah sebuah sistem yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk tersebut.

Saya berpikir darimana Premier Music ini mendapatkan asesoris yang Non Yamaha? Apakah memang ini adalah konsentrasi sekunder yang juga dilakukan secara sentral oleh Yamaha? Tapi menurut saya tidak, ini adalah jurus kung-fu yang dilakukan retail per retail. Mungkin saja dengan membeli langsung ke Distribusi Asia yang ditunjuk oleh Dunlop atau mungkin  juga ada sales canvass dari seseorang yang membeli produk ini dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Agak susah untuk mencari hulu dari distribusi ini, karena biasanya kita dianggap kepo atau memang ditutupi karena dirahasiakan.

Lepas dari perihal distribusi, saya berpikir jumlah modal Dunlop dalam melisensi gambar dan nama Bob Marley, Jimi Hendrix, Kirk Hammett, Grateful Dead, Johnny Cash, Motorhead. Pastinya, perhitungan untung rugi telah dihitung sejak awal demi keuntungan dalam jangka panjang. Urusan lisensi adalah urusan pelik dan tidak main-main. Pada kotak tersebut tertulis jelas Fifty-Six Hope Road Music Limited sebagai nama yang memiliki semua hak atas nama, persona dan rupa dari penyanyi reggae Bob Marley  di dunia. Perusahaan ini berada di Bahama dan bekerjasama dengan berbagai negara untuk memerangi komersialisasi tanpa izin dalam skala besar.

Di balik keseriusan pandangan yang saya bahas, namun saya berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk pengusaha di Indonesia berbuat yang sama dan melakukan personifikasi atas musisi dalam negeri melalui beragam asesoris yang secara bebas bisa berasosiasi dengan instrumen musik apapun. Begitu banyak gitaris Indonesia yang kita punya dan gitar adalah alat musik yang memiliki jumlah pengguna tertinggi di Indonesia. Bisnis musik bukan harus selalu label dan manajemen artis, anda bisa melakukan apapun. @2013AldoSianturi/Photo: www.jimdunlop.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense