Perhitungan Time Magazine memampang BTS sebagai Sampul Majalah

On 4 November, 2018 by Aldo Sianturi


Pada Tanggal 22 Oktober 2018, Time Magazine merilis edisi terbarunya dengan memampang BTS, superstar grup K-Pop sebagai gambar sampul dan sekaligus menyebutnya dengan “Next Generation Leaders”.  BTS adalah singkatan dari Bangtan Sonyeondan yang dalam bahasa Inggris memiliki pengertian Beyond The Sea. Mereka hadir pertama kali di industri musik pada Tanggal 13 Juni 2013. Eksposur BTS oleh Time Magazine tentunya sangat penting bagi penggila sensasi K-Pop dan fandom mereka yang disebut ARMY di seluruh dunia. ARMY adalah singkatan dari Adorable Representatives of MC Youth. Apalagi momen rilis majalah tidak terlampau jauh dengan rotasi lagu baru mereka berjudul “Idol” yang bertempo cepat dan disukai banyak orang. BTS baru sekali konser di Jakarta yaitu pada Tanggal 29 April 2017 dengan tajuk BTS LIVE TRILOGY EPISODE III THE WINGS TOUR di ICE, BSD City.

BTS sangat mahal namun laku di pasar promoter global, harganya sampai USD 3 juta-an untuk sekali konser. Saat diwawancara oleh Time Magazine, BTS sedang berada di Amerika untuk menyelesaikan Tur Dunia bertajuk  BTS World Tour: Love Yourself. BTS dan pada Tanggal 24 September 2018, BTS dipersilakan PBB untuk memberikan pesan kepada seluruh anak muda di seluruh dunia atas sebuah kampanye sosial United Nations UNICEF Launch Event: “Youth 2030: The UN Youth Strategy” yang telah dijalankan dan berhasil mengumpulkan donasi yang bernilai tinggi. BTS yang diwakili oleh Kim Nam Joon (RM) pada kesempatan tersebut memberikan pidato singkat yang menggugah banyak orang.

Berikut adalah transkrip atas pidato BTS dan anda bisa melihat videonya di sini: BTSUNICEF

It’s an incredible honor to be invited to an occasion of such significance for today’s young generation. Last November, BTS launched the LOVE MYSELF campaign with UNICEF building on our belief that true love first begins with loving myself. We’ve been partnering with UNICEF’s end violence program to protect children and young people all over the world from violence. And, our fans have become a major part of this campaign with their action and their enthusiasm. We truly have the best fans in the world.

I’d like to begin by talking about myself. I was born in Ilsan, a city near Seoul, South Korea. It is a really beautiful place with a lake, hills, and even an annual flower festival. I spent a very happy childhood there and I was judged as an ordinary boy. I used to look up at the night sky and I used to dream the dreams of a boy. I used to imagine that I was a super hero who could save the world. 

In an intro to one of our early albums there’s a line that says, “My heart stopped when I was maybe nine or ten.” Looking back, I think that’s when I began to worry about what other people thought of me and started seeing myself in their eyes. I stopped looking up at the night skies, the stars. I stopped daydreaming. Instead, I just tried to jam myself into the molds that other people made. Soon, I began to shut out my own voice and started to listen to the voices of others. No one called out my name and neither did I. My heart stopped and my eyes closed shut. 

And so, like this I, we, all lost our names. We became like ghosts. But, I had one thing and that was music. There was a small voice inside of me that said, “Wake up, man, and listen to yourself.” But, it took me quite a long time to hear music calling my real name. Even after making the decision to join BTS, there were a lot of hurdles. Some people might not believe it, but most people thought we were hopeless. And, sometimes, I just wanted to quit. But, I think I was very lucky that I didn’t give it all up. And, I’m sure that I and we will keep stumbling and falling like this. 

BTS has become artists performing in those huge stadiums, and we’re selling millions of albums right now. But, I am still an ordinary 24-year-old guy. If there’s anything that I’ve achieved it was only possible that I have my other BTS members right by my side, and because of the love and support that our ARMY fans all over the world made for us. And, maybe I made a mistake yesterday. But, yesterday’s me is still me. Today, I am who I am with all of my faults and my mistakes. Tomorrow, I might be a tiny bit wiser, and that would be me too. These faults and mistakes are what I am, making up the brightest stars in the constellation of my life. 

I have come to love myself for who I am, for who I was, and for who I hope to become. 

I would like to say one last thing. After releasing our “Love Yourself” albums, and launching the Love Myself campaign, we started to hear remarkable stories from our fans all over the world—how our message helped them overcome their hardships in life and to start loving themselves. Those stories constantly remind us of our responsibility. So, let’s all take one more step. We have learned to love ourselves, so now I urge you to speak yourself. 

I would like to ask all of you, “What is your name?” What excites you and makes your heartbeat? Tell me your story. I want to hear your voice. I want to hear your conviction–no matter who you are or where you’re from, your skin color, your gender identity. Just speak yourself. Find your name and find your voice by speaking yourself. 

I’m Kim Nam-joon and also RM of BTS. I am an idol and I am an artist from a small town in Korea. Like most people I’ve made many mistakes in my life. I have many faults and I have many more fears, but I am going to embrace myself as hard as I can. And, I am starting to love myself gradually, little by little.  

What is your name? Speak yourself. 

Kehadiran mereka diterjemahkan oleh Time Magazine sebagai penampakan yang penting dalam konteks global. Time Magazine adalah media yang menyentuh dunia hiburan satu dua kali, ekonomi dan politik adalah menu utama konten. Namun lewat langkah sensasional ini, maka menurut saya ada beberapa kesempatan yang diraih Time Magazine sebagai efek eksposurnya: kesempatan dikenal anak muda hari ini dan angka penjualan tinggi baik format cetak maupun E-Magazine. Performa ini jelas dikonsep dan melalui agennya di Indonesia yaitu Periplus, saya sudah menerima informasi spesial untuk melakukan inden majalah versi BTS ini dan terus terang saya memang ingin mengetahui isi dari artikelnya.

Ternyata ketika hari ini saya baca E-Magazine-nya, saya merasa kecewa, karena artikel BTS ini ternyata cuma 2 halaman sambung dan isi tulisan sudah pasti dangkal dan tidak memberikan insight dan fakta dari angle lain yang tentunya saya harapkan. Atau memang pikiran saya tersebut kali ini bukan menjadi target market Time Magazine. Kali ini tulisan ini dipersembahkan secara tunggal kepada anak remaja pemihak BTS. Ah tapi nggak juga lah, saya tetap berkilah karena Time Magazine adalah Time Magazine.

Di luar dari euforia para penggila BTS, ternyata hal ini juga menjadi peluang bagi para pencari margin. Saya langsung melakukan riset kecil online untuk edisi ini dan dengan sangat jelas, saya meninjau beberapa akun yang bersemangat menjual Time Magazine – edisi BTS ini dengan beragam harga yang berlipat-lipat lebih tinggi dari harga asilnya yang ditawarkan oleh Periplus yaitu sebesar Rp. 40,000,-. Banyak diantara mereka yang memborong dari negara lain dalam jumlah besar dan menjualnya melalui akun instagram dan akun e-commerce-nya.

Boleh dikatakan situasi ini adalah pengulangan yang terjadi saat Majalah Billboard merilis paket khusus BTS pada Tanggal 17 Februari 2018 (Edisi Kelima). Edisi ini memampang 7 personil sebagai Cover Billboard dan hasilnya adalah edisi ini terjual sebanyak 17,000 kopi dalam seminggu. Bahkan pada sebuah pertemuan di bulan September silam, Jonathan Serbin (Head of Asia, Billboard & The Hollywood Reporter) mengakui bahwa sepanjang sejarah Billboard merilis majalah, edisi BTS adalah edisi paling terlaris sepanjang masa. Terus terang, it’s too good to be true, karena kita semua tau kalau seluruh dunia sedang pindah ke medium digital, namun rilisan fisik majalah masih membukukan angka penjualan yang fantastis. Tentunya ini sebuah pengecualian dan jangan langsung diaplikasikan tanpa memiliki data dan fakta yang kuat. Tentunya tim Analytic dan Insight Time Magazine memantau pergerakan ini dan melakukan sikap yang sama atas nama komersial. @2018/AldoSianturi/Photo: Time Magazine, Billboard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense