PENDEKATAN DIGITAL TERHADAP ETNOMUSIKOLOGI

On 22 May, 2014 by Aldo Sianturi
Together with Irwansyah Harahap (Universitas Sumatera Utara)

Together with Irwansyah Harahap (Universitas Sumatera Utara)

Saya kembali lagi ke Medan. Kali ini diundang oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memberikan Workshop tentang Distribusi Musik Digital di Universitas Sumatera Utara dalam rangka Reuni Alumni Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya pada tanggal 21 -22 Mei 2014 di Gelanggang Mahasiswa USU, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara. Silakan mampir juga ke Website Fakultas Etnomusikologi USU – www.etnomusikologiusu.com.

Etnomusikologi adalah ilmu yang mempelajari musik di dalam kebudayaan. Etnomusikologi pada awalnya disebut Vergleichen de Musikwissenschaft atau musik perbandingan (Erich van Hornbostel). Sejarah perkembangan etnomusikologi khususnya di Eropa dan Amerika ditandai oleh munculnya buku Dictionnaire de Musique karya Jean Jacques Rousseau (1768).

Di Amerika disebut anthropology of music, dimana musik dianggap sebagai bagian dari kebudayaan dan diteliti dalam konteks kebudayaan. Antropologi memfokuskan ilmunya pada others dan difference, yaitu pemahaman perbedaan termasuk dalam hal etnisitas. Artinya dalam antropologi musik esensinya adalah bagaimana kita menghargai, memahami, dan mengerti perbedaan dalam musik.

Di Indonesia studi etnomusikologi termasuk disiplin ilmu yang relatif baru. Perkembangannya dimulai menjelang pertengahan abad ke-20, artinya dengan usianya yang begitu muda maka ilmu ini sangat berpeluang untuk dikembangkan lebih jauh lagi.

Topik yang saya bawakan melengkapi tinjauan dan pandangan yang disampaikan oleh Prof. Drs. Mauly Purba, M.A, Ph.D (Guru Besar Departemen Etnomusikologi USU), Prof. Dr. Robert Sibarani, MS (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya), Dra. Esther Lucy Siagian, M, Sn (Institut Kesenian Jakarta), Drs. Asep Nata (Universitas Pasundan Bandung), Nyak “Ubet” Raseukin, Ph.D (Institut Kesenian Jakarta). Saya mengusung optimisme atas kontribusi teknologi dalam mengekspos dan meningkatkan nilai ekonomi atas karya cipta musisi tanpa melihat latar belakang aliran musiknya.

Setelah saya menyampaikan pandangan, kearifan dan kompromi yang harus dimiliki dalam menanggapi distribusi musik digital, beberapa pertanyaan dari mahasiswa meruang untuk mengetahui seperti apa kemungkinan dalam merealisasikan kerjasama. Geliat ini selalu ada di setiap kesempatan pertemuan yang membahas tentang Digital Music Distribution. Kontribusi yang disampaikan sudah pasti menjadi stimulan eksploratif terhadap para pendidik untuk kepentingan di masa depan. @2014/AldoSianturi/Photo: Aldo Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense