PANDUAN UNTUK MEMBUAT STUDIO MUSIK

On 19 August, 2016 by Aldo Sianturi

FGD

Pada Tanggal 16 Agustus 2016, saya kembali berada di kota Solo sebagai narasumber untuk FGD (Forum Group Discussion) pendalaman usaha studio musik. Bersama dengan beberapa pembahas yang berasal dari Jogjakarta dan Solo, saya bersama Y. Kristianto Widiwardono (Badan Standarisasi Nasional) dan Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi BEKraf) memberikan input tambahan yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan bentuk ideal panduan untuk mempersiapkan Studio Musik.

Pengertian umum studio musik adalah ruang di mana musisi bermain musik, suara direkam dan diedit. Secara umum, studio musik memiliki dua bagian, yaitu take room di mana suara musisi dan vokalis dimainkan dan ditangkap oleh mikrofon. Kemudian, ruang kontrol adalah tempat di mana seorang sound engineer merekam permainan musisi dan vokalis yang kemudian disimpan, diedit, dipoles, di-mix, diputar ulang, dan diproses mastering.

Saya sampaikan bahwa Studio Musik sebaiknya dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu Studio Musik Latihan dan Studio Musik Rekaman dan agar sesuai dengan modal kerja penyelenggara dan kemampuan konsumen maka akan lebih baik dibuat 3 tingkat dari kecil, menengah dan besar. Calon penyelenggara bisnis ini terbantu untuk memilih tingkatan yang sesuai dengan rencana investasinya. Menarik sekali mendengar para pembahas tidak begitu setuju bilamana Studio Musik distandarisasi, karena begitu banyak faktor yang harus diselesaikan terlebih dahulu, contohnya SDM (Sumber Daya Manusia) dan kebutuhan domestik terhadap Studio Musik.

Usulan yang saya cuatkan adalah pentingnya untuk membuat standarisasi atau ambang batas untuk Sistem Akustik Ruang yang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Urusan akustik sama sekali bukan sederhana. Tanpa memiliki pengetahuan yang luas maka investasi secara keseluruhan bisa merugi. Para pembahas rata-rata menyetujui masukan yang belum sempat dibicarakan di FGD sebelumnya. @2016/AldoSianturi Photo Credit: Dinda UNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense