MUSIK MILIK SEMUA

On 10 March, 2014 by Aldo Sianturi

Figt

Ketika kita semua lahir di dunia ini, kita adalah bayi, bersih tanpa dinodai oleh dosa baik sengaja maupun tidak sengaja. Respek dan pengaruh yang kita jalani menjadi akumulasi pilihan dalam hidup. Akhirnya ada yang memilih menjadi musisi, teknisi, promoter, legislatif, koruptor dan beragam kapasitas. Semua berawal dari tidak  tahu apa itu lagu Bunga Nusa Indah, Burung Kutilang, Hey Jude, Let It Be, Jailhouse Rock, Banana Boat Song, Lazy Song dan jutaan judul lagu yang selama ini diproduksi dalam berbagai versi aransemen.

Perjalanan ini membuat anda maupun siapapun memilih untuk berhenti untuk lebih dalam dan sampai ke garis fanatik sebuah aliran musik atau penggemar mati sebuah grup band. Contohnya ada yang fanatik terhadap Hip-Hop, R&B, Latin, Reggae, World Music, Classic, Dangdut, Keroncong, Funk, Classic Disco dan kultus individu kepada Iwan Fals, Slank, BIP, Tony Q Rastafara, Pance Pondaag, Rahmat Kartolo, Sherina, Agnes Monica dan dinamika ini akan terus mewabah sepanjang masa. Jam terbang mengenal, mendalami, membawakan dan mewartakan kecintaan ini akhirnya diketahui banyak orang dan membentuk komunitas yang tumbuh tanpa diminta.

Media pun melirik dan menjadikan pertumbuhan ini memiliki nilai berita. Ekposur yang indeksnya berkembang akhirnya menjadikan manusia menjadi lebih percaya diri dan lebih gila lagi dalam mengkristalkan perbedaan yang dimiliki. Tanpa disadari seseorang yang dulunya bayi mulai membuat beragam pernyataan bahwa tanpa pengaruhnya aliran musik tersebut tidak akan berkumandang di tempat asalnya. Akhirnya pesan musik yang hanya bicara cinta dan cinta tidak lagi bening dan terbalut amarah terhadap sesama manusia. Praktek pembenaran dan sebaliknya terjadi dan kadang berujung kepada friksi dan bentrok fisik yang kurang dewasa.

Musik adalah milik semua orang. Bukan milik komunitas, bukan milik band besar, bukan milik negara. Semua orang bebas dan memiliki kemerdekaan untuk menyuarakan kreatifitasnya. Tidak pernah ada diterbitkan Dangdut 101, Reggae 101 sebagai pedoman untuk memperlakukan aliran musik ini. Musik bukan korporasi yang harus dibuatkan peraturan seperti itu. Manusia memang suka merasa menjadi raja yang memiliki kekuasaan mengatur yang sebenarnya tidak berlangsung lama juga. Setiap orang di Indonesia rata-rata tidak sampai 100 tahun usianya dan yang paling penting adalah bagaimana generasi selanjutnya melestarikan musik tersebut dengan asimilasi yang positif.

Perpecahan memang selalu ada dalam sebuah persaudaraan. Tapi salahnya bukan pada musiknya. Kesalahan terbesar adalah pada manusia yang mungkin rakus, egois, melakukan penipuan, ingkar janji, dibisiki oleh pembisik, diadu domba, selingkuh, ngambek atau gila sekaligus. Bila sudah begini dibutuhkan 1 dekade untuk melupakan kejadian yang terjadi dan pasti membuang waktu panjang. Itulah sebaiknya bagi manusia meskipun dia suka sekali dengan Musik tapi harus memiliki kontrol sehingga tidak menjadi lamur dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Secara waras kita harus menghindari friksi dengan berlaku tulus dan berkomunikasi dengan baik, sehingga tidak merugikan dan dirugikan.

Lebih sederhana lagi adalah ketika kita sering mengatakan kalau “Musik adalah Bahasa Universal” tapi dalam kehidupan asli kalimat ini hanya jargon belaka dan akhirnya kita melihat lebih jelas aplikasi dari “Aliran Musik bukan Bahasa Universal” karena masing-masing penggila aliran ini saling berbedat tanpa alasan yang kuat untuk didebat. Bagi saya manusia adalah yang membesarkan musik dan juga membunuh musik tanpa kontrol sikap dan pemikiran yang dimiliki. Kalau kita bertemu dengan musisi usia 30-40an pasti dengan lancar mereka menceritakan perselisihan yang terjadi dan berdampak buruk bagi urusan pribadi. Sudah banyak yang terjadi dan hanya kebesaran hati dan konsistensi perubahan yang menjawab ketimpangan. Semoga kita semua semakin bijak dan mengerti bahwa kita hanya peminjam bukan pemilik. Semua kita kembalikan lagi kepada Yang Maha Kuasa. Peace! @2014/AldoSianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense