MENGINTIP PERSIAPAN PERANG LABEL MELAWAN CORONA

Label adalah unit perang bisnis musik yang dikenal pantang menyerah. Tujuh label garda depan berbagi opini untuk tidak diam saja dan tetap mencari celah menjadi pemenang di era pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. We are at war!

Meskipun geliat bisnis musik setahun belakangan ini cukup dinamis. Tetapi semua label, venue, studio, artis dan kru sedang terancam sejak pandemi menghentikan segalanya. Seiring perubahan dunia yang sedang terjadi, maka berita-berita kegigihan perusahaan rekaman menjadi timbul tenggelam. Sejak karantina berlangsung di Indonesia, porsi pemberitaan artis menjadi jauh lebih dominan daripada perjuangan yang dilakukan label atas malapetaka pandemi. Keseimbangan berita sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Perjalanan bisnis musik Indonesia yang dinamis sejatinya diwarnai oleh kontribusi operasional berbagai pihak perusahaan rekaman. Skema kerjasama yang berjalan dari hulu ke hilir menjadi rangkuman studi kasus yang selalu dikembangkan oleh lintas generasi. Ini adalah waktu yang tepat untuk memahami sudut pandang dan persiapan sebagian perusahaan rekaman yang mapan di Indonesia menuju fase “New Normal”. Respon tiap label tentunya membantu setiap orang di musik untuk menyempurnakan rencana masing-masing.

Lima Pertanyaan Penting
1. Bagaimana perusahaan anda beradaptasi dengan pandemi covid-19 sejauh ini?
2. Apakah #WorkFromHome menjadi sangat efektif dan efisien untuk kegiatan bisnis perusahaan?
3. Faktor apa yang paling menyulitkan perusahaan anda yang bergerak di bisnis musik di masa pandemi?
4. Apakah perusahaan anda mengambil peran di saat musik putar haluan ke LIVE Streaming Show? Seperti apa perspektif bisnis anda terhadap perubahan mengkonsumsi konten musik di masa pandemic covid-19 ini?
5. Apa saja yang akan berubah dan tidak berubah pada bisnis musik setelah pandemi selesai nanti?

Ayu Indirawanty 
General Manager (Business Affair)
Label: Aquarius Musikindo
Artis: Godbless, Melly Goeslaw, Ray Shareza, J-Rocks,

1. Operational; so far merelokasi pekerjaan ke kediaman masing-masing dan terkoneksi, perihal working hour awalnya memang agak sulit menyesuasikan satu sama lain, karena masing-masing memiliki gaya dan pilihan productive time (9 to 5 Style rasanya udah tidak reasonable), intinya tetap deliver hasil pekerjaan agar semua tetap bisa berjalan. Untuk karya, tetap exploring untuk selalu engaged dengan audiens tanpa memaksakan untuk bisa muncul di permukaan yang dipenuhi berita-berita yang tidak relevan dengan produk kita, tetap memberikan kemasan dan produk yang relate dengan pasar kita

2. Untuk kegiatan bisnis kayak label rekaman yang “mostly” menuntut pekerjaan kolektif (team work) dan berinteraksi, situasi saat ini memang tantangan sih, terutama pada bagian production, mungkin bagi label yang menjalankan Manajemen Artis dan Katalog yang besar masih banyak kreatif yang dapat dikerjakan, walaupun semuanya masih jauh untuk dikategorikan normal. Benefit lain dari situasi ini adalah semakin banyak terbentuknya individu-individu produktif yang dapat beroperasi dari manapun sekaligus mereview sistem operational agar meningkat lebih baik.

3. Batasan beraktifitas menyulitkan kita untuk bisa lebih banyak bergerak, namun kita sangat menyadari bahwa untuk sekarang ini, faktor yang menyulitkan tersebut adalah pilihan terbaik yang kita punya untuk kebaikan semua (untuk terus sehat jadi KPI utama sekarang). Faktor lainnya adalah dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki, challenge ditengah ketidak-menentu’an ini yang lumayan berat adalah untuk tetap produktif dan mengeluarkan karya yang diproduksi dengan proper serta mampu merebut perhatian audience selanjutnya adalah dihadapkan dengan pilihan yang sulit apakah kita rilis saat ini atau nanti setelah pandemi ini berlalu, karena pada akhirnya sebagai perusahaan harus berhitung

4. Ada beberapa yang berjalan, seperti belakangan kita tetap menjalankan LIVE Streaming Charity Concert terkoneksi dengan beberapa talent dari berbagai negara, tadinya kami dijadwalkan pertengahan bulan Mei di Jepang, akhirnya kita lakukan online.

Musik adalah sebuah produk yang bisa kita nikmati/konsumsi di tengah aktifitas apapun yang dilakukan, bedanya saat ini audiens (mungkin bagi sebagian yang udah mulai lelah dihujani bad news dari pandemi) akan mencari konten yang relate dengan dirinya lebih banyak, bukan dari apa yang trend saat ini (karena tertutup update covid19) tapi untuk business wise akan sangat tergantung juga dari ekosistem di sekitarnya, apakah masih bisa menciptakan healthy revenue stream atau tidak, ekosistem sakit, revenue pasti melemah.

5. Hidup kita tidak akan sama lagi, akan ada normalitas-normalitas baru, tambah melek teknologi pastinya. Untuk label rekaman, hal ini bisa memperkuat individu-nya, teknologi tidak melulu tentang mengganti orangnya tapi sebaiknya memperkuat, karena ‘experiences can’t be replaced”. Perubahan lain yang mungkin dapat terlihat setelah pandemi ini selesai diantaranya adalah kekuatan kolaborasi yang luar biasa, perilaku pasar perlu lebih dalam lagi dipelajari, lebih mengenal audiens kita dan reaktif lebih cepat untuk setiap signyal yang tiba-tiba naik dan muncul ke permukaan, karena kesempatan seperti itu punya value yang besar.

Dicky Sundri
Managing Director
Label: Ascada Musik Indonesia
Nama Artis: Via Vallen, Ilir-7, Dadali, Asbak Band, Papinka, Maisaka

1. Kami masih beradaptasi juga. Mau tidak mau harus kita lakukan. walaupun sulit tapi harus kita cari caranya, karena bisa saja kondisi ini menjadi the new normal ke depannya.

2. Tentu. Pandemi ini menyadarkan kita bahwa sebenarnya banyak yang bisa dilakukan dan dikerjakan walaupun dari rumah.

3. Yang paling menyulitkan adalah semua kontrak show dan produksi musik batal semua. Karenna perusahaan kami melakukan semua produksi secara in-house dan terpusat di studio. Maka akibat PSBB, jadwal produksi kami menjadi terhambat.

4. Kebetulan sejak akhir tahun kemarin, kami telah memulai development untuk LIVE Streaming programming untuk artis-artis kami. Dan sejak awal tahun, kami telah melakukan terlebih dahulu, sehingga pada awal pandemi, kami tidak mengalami kendala berarti dalam melakukan LIVE Streaming show.

Menurut saya, dalam masa pandemi ini sebenernya konsumsi konten musik lebih meningkat tetapi mungkin untuk hal-hal yg menyangkut covid19/donasi dan juga religi sebab kebetulan bersamaan dengan Ramadhan.

5. LIVE Streaming show kemungkinan akan menjadi bisnis yang menarik kedepannya.

Morin Chandra
Managing Director
Label: Dr.m
Nama Artis: Virgoun, Budi Doremi, Last Child, Ashilla Zahrantiara

1. So far so good. Surviving mode. Mencoba untuk melakukan dan merubah semua yang biasanya dilakukan di kantor dengan WFH. Beruntung karena main business dr.m memang digital, lebih mudah proses transisinya. Kesulitan utama adalah di creative development dan off air events. Selebihnya masih manageable. Beberapa alat kantor juga akhirnya dibawa ke rumah untuk memudahkan proses kerja.

2. Dr.m cukup bersyukur karena memiliki cukup banyak team senior yang dengan cekatan membuat SOP untuk masing-masing business unit mereka. Proses penyusunan SOP ini kami lakukan, sebelum kami mulai WFH. Proses pengerjaan/update, follow up dan pelaporan kami lakukan secara daily. Semua meeting atau diskusi yang diperlukan, kami lakukan dengan zoom call. So far, semua berjalan cukup efektif dan efisien. Walau tidak dipungkuri ada business unit, yang mendapat impact besar sekali dengan adanya covid-19 ini, yaitu Artist Management, untuk Off Air events. Semua events dibatalkan/reschedule. Ada juga kegiatan yang tidak bisa dilakukan di rumah, seperti Accounting/Finance yang harus menggunakan system yang akan di kantor, dll.

3. Proses pembuatan lagu baru. Susah sekali utk mencari studio yang aman. Akhirnya kami putuskan untuk membuat studio kecil sendiri dan kami lakukan rekaman lagu-lagu baru kami disana.
Proses pembuatan video clip. Sudah pasti semua konsep harus dirubah total dan manuver untuk tetap bisa deliver the product, but save. Contohnya : Video Clip terbaru Last Child yang semua konsep dan budget sudah tersedia, harus dirubah total menjadi animasi. Akan ada beberapa upcoming singles lagi yang pastinya akan cukup challenging untuk team creative kami.

4. Menurut saya pribadi, LIVE Streaming show sebagai sesuatu yang baru, masih sangat sulit diukur efektivitas dan kesuksesannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor penentu yang sangat sulit dikendalikan. Contoh:
• Kesulitan untuk mendapatkan awareness utk mengajak penonton melihat LIVE Streaming yang kita lakukan
• Banyaknya kegiatan LIVE Streaming yang dilakukan di banyak platform sehingga orang mungkin sangat mudah untuk binge-watch atau bahkan jadi tidak tertarik untuk menonton karena terlalu banyak yang LIVE.
• Ketergantungan terhadap paket data. Bagi artis yang memiliki target audience/fans dari kelas menengah ke bawah, LIVE Streaming effectiveness akan sangat rendah karena kebanyakan dari penonton mereka tidak bisa nonton terlalu lama
• Ketergantungan terhadap koneksi internet. Ini juga sangat mengganggu.
Selain LIVE stream, musisi dan label sangat di challenge untuk bisa mengeluarkan sebanyak mungkin konten yang menarik, karena pendapatan yang masih sangat mungkin untuk didapat sehubungan dengan covid-19 ini adalah digital.

5. • Pola konsumsi orang. Orang akan lebih selektif dalam memilih konten, karena selama covid-19 ini ada banyak terobosan jenis konten yang dilakukan oleh para pelaku kreatif/musisi.
• Pola kolaborasi – dengan covid-19 ini, pergerakan untuk membuat konten bersama terasa jauh lebih mudah dan cepat. Semoga ini bisa diteruskan setelah covid-19 selesai

Yang tidak berubah harapannya adalah tingkat kreativitas setiap pihak. Covid-19 ini memaksa semua orang untuk keluar dari Zona Nyaman mereka. Semoga ini jadi pemacu yang baik ke depannya dan bisa dilakukan secara terus menerus, walau covid-19 nantinya sudah hilang.

Octav Panggabean
Managing Director
Label: RPM
Artis: Yuni Shara, Kojek Rap Betawi, Nuel Tamba, Trio Lestari

1. Sejauh ini yang dilakukan RPM adalah merapihkan filing-filing dokumen dan mendata ulang master audio dan video, melakukan editing video lirik dan video klip semua materi yang belum ada video lirik dan klipnya, lebih intens memantau channel YouTube, Spotify dan lainnya dan melakukan berbagai analisa terhadap kanal digital atas aktivitas promosi yang dilakukan.

2. Tidak efektif untuk dealing-dealing yang sifatnya besar dan penting. Efektif kalau kita sebagai pimpinan bisa memantau kinerja staff selama kerja dari rumah dengan target-target tertentu untuk setiap individu. Kondisi ini lagi-lagi menunjukan kepada kita fakta kualitas dan mental sebenarnya dari semua staff.

3. Kalau ada problem dengan pihak luar maka sulit untuk melakukan negosiasi. Karena untuk urusan yang penting sampai saat ini, kita masih berpegang pada prisnsip “Bisnis dimulai di meja makan”. Lobi kita jadi berbeda kalau hanya bertemu jarak jauh.

4. Kami tidak dan belum melakukan aktivitas tersebut. Karena kami belum melihat keuntungan dari sisi label, namun dari sisi artis mungkin. Pandemi covid-19 memacu kita untuk semakin sadar betapa pentingnya mempunyai sistem bisnis yang bisa remote dan betapa pentingnya penguasaan terhadap teknologi. Kualitas kita dilihat dari langkah-langkah yang kita lakukan selama pandemi berlangsung.

5. Secara keseluruhan menurut saya tidak akan banyak berubah. Yang banyak berubah, semoga pola pikir dan kinerja masing-masing orang yang selama ini bergaya tar-sok tar-sok (menunda-nunda).

Muhammad Soufan (Munna)
General Manager
Label: Sony Music Indonesia
Artis: Cinta Laura, Rendy Pandugo, GAC, Isyana Sarasvati, Ardhito Pramono

1. Sejauh ini, Sony Music Indonesia cukup well-prepared dalam menghadapi pandemi ini, baik dari sisi preparation sebelum #WFH, sistem komunikasi, business flow, re-open office and psychological impact ke employee as well as donation ke yang membutuhkan

2. Untuk Perusahaan Rekaman, saat ini Ya, karena #WFH cara yang paling tepat. Sebagian bisnis dapat dilakukan karena berbentuk digital that can be driven from anyplace.

3. Show dan off air yang drop. Tapi orang-orang sekarang nambah kebiasaannya yaitu nonton LIVE Streaming. Terpaksa dan terbiasa karena keadaan. Brand pun melihat hal ini sebagai waybout mereka untuk engagement ke konsumen. Plus EO pun memutar otak, akhirnya ada teman yang akan membuat konser drive-in. Ketika dipaksa keadaan, kemampuan kita akan stretch yang membuat kita cepat beradaptasi walaupun belum sesuai dengan yang sebelumnya

4.Seperti yang saya sampaikan di atas. Ya, kami juga ambil peran. Dan LIVE Streaming format ini saya ketahui merupakan hal baru di Indonesia alias ada tapi belum populer dibanding negara-negara lain yang lebih dulu memanfaatkan teknologi tersebut. Mungkin sifat individualistis di negara lain membuat LIVE Streaming ini cepat populer sedangkan masyarakat Indonesia punya sifat mangan ora mangan asal ngumpul. Nah ngumpul fisik itu penting (Sama seperti restoran yang baru tutup. Saya tidak mengerti apa yang mereka lakukan di sana selain berkumpul..hehehe. Jadi LIVE Streaming itu sangat baik tapi membutuhkan waktu. Saatnya memang tepat sekarang. Itu untuk video. Sedangkan mengkonsumsi musik via pemutar musik digital masih tetap berjalan seperti biasa dan cenderung meningkat.

5. Seperti yg kita ketahui bersama, Industri musik ini tak habis dibantai badai..mulai dari berubahnya format dari piringan hitam sampai tak berwujud, cara mendengarkan dari duduk dan diam di tempat sampai sekarang bisa sambil berlari, RBT yg direset sehingga bisnis drop sampai 94% pada saat itu, semuanya masih kuat bertahan dan sekarang Corona. Tekanan-tekanan sampai paling dasar ini justru membuat pelaku menyesuaikan dan semakin kuat. Tentunya tergantung pelaku hikmah apa yg didapat dan apa yg akan dilakukan ke depan. Yg pasti menurut saya skrg semua melek digital dan inilah titiknya, inilah yg berubah ke depan dimana semua pelaku akan “gatal” dan change fokus utk sebanyak-banyaknya membuat konten digital, apapun itu.

Friendky Pasaribu
Managing Director
Label: Pelita Utama
Artis: Nella Kharisma, Dodi Latuharhary, Happy Asmara, Vicky Salamor

1. Perusahaan saya beradaptasi dengan Pandemi covid-19 sejauh ini, hanya dengan tetap menjalankan protokol pemberantasan Pandemi covid-19.

2. #WFH menurut saya jauh lebih efektif dan efisien. Di tengah situasi pembatasan seperti saat ini yang memang jauh lebih baik dan lebih efisien segala sesuatu dikerjakan di rumah tanpa mengurangi apa yang kita kerjakan sebelumnya, yang paling diutamakan adalah komunikasi yang baik antar atasan dan karyawan demi kelancaran segala urusan pekerjaan.

3. Faktor yang menyulitkan perusahaan saya yang bergerak di bisnis musik adalah menentukan materi apa yang sekiranya dapat menjadi hiburan yang bisa diterima oleh masyarakat saat ini, sedangkan mereka lebih fokus pada perkembangan berita terkini. Dan tentunya dikarenakan adanya pembatasan berskala besar sulit untuk menghasilkan karya yang jauh lebih baik lagi, karena segala sesuatu yang dibatasi untuk kita bisa berkarya akan terlihat hasil akhirnya, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi menurut saya jalani apa yang sekarang ini bisa dijalankan, tetap menjadikan musik hiburan bagi siapapun yang menikmati.

4. Perusahaan saya untuk sementara ini berjalan sesuai dengan apa yang sudah dijalankan sebelumnya. Sedangkan untuk mengarah ke LIVE Streaming show, saya liat perkembangan berikutnya, karena saya berpikir apabila peran musik nantinya didominasi untuk LIVE Streaming show, maka menurut saya tidak akan bisa menembus semua kalangan masyarakat dikarenakan keterbatasan beberapa faktor dan hanya diminati oleh sebagian pencinta musik saja, tidak menembus semua usia. Dan pastinya adanya penurunan yang cukup signifikan dikarenakan masyarakat untuk saat ini sibuk mencari berita dibandingkan mendengarkan musik.

5. Menurut pandangan saya yang akan berubah pada bisnis musik setelah pandemi selesai nanti yaitu adanya perubahan rasional, dimana seseorang harus bisa menerima perubahan khususnya di bidang musik yang nantinya ada perubahan dalam hal penyajian baik secara LIVE Streaming, maupun video musik digital untuk kembali menikmati musik.

– Perubahan Eksperiensial, yaitu perusahaan musik berusaha belajar untuk lebih mengembangkan kemampuan yang bisa diterima oleh masyarakat khususnya dibidang musik, dalam situasi apapun music tetap sebagai penghibur hati

– Perubahan Behavioral yaitu perilaku yang bisa menerima adanya terjadi perkembangan khususnya di bidang musik. Dengan situasi setelah pandemi nanti, baik penikmat musik dan perusahaan yang bergerak di bidang musik sama-sama menginginkan musik tetap menjadi sarana hiburan untuk masyarakat, dengan segala apapun perubahan yang ada di bidang bisnis musik tetap masyarakat bisa menikmati musik sesuai dengan sarana yang ada.

Yang tidak akan berubah pada bisnis musik setelah pandemi adalah tujuan utama dari bisnis musik itu sendiri, yaitu salah satu sarana yang bisa menghibur hati masyarakat, tetap berkarya dengan karya-karya yang lebih baik lagi sehingga musik selalu bisa menjadi curahan hati maupun ungkapan rasa yang terpendam, sehingga dengan musik masyarakat bisa merasakan kenyamanan dan juga hiburan diri.

Toto Widjojo
Managing Director
Label: Warner Music Indonesia
Artis: Yotari, Hanin Dhya, Trisouls, Christi Colondam, Kotak

1. Beruntung perusahaan kami lebih banvak berhubungan dengan dunia maya, sehingga pada saat terjadi pandemi ini dan menyebabkan kita harus #WFH maka sedikit banyak kami sudah lebih siap dibandingkan indistri-industri lainnya. Namun adaptasi ini masih berupa proses yang mash memiliki tantangan-tantangan yang perlu kita atasi lebih lanjut.

2. Di satu sisi #WFH ini membuat kita lebih productive, mengingat waktu yang kita habiskan dalam perjalanan ke kantor dan pulang ke rumah, yang kadang-kadang dapat memakan waktu 1 sampai 4 jam baik dikarenakan kemacetan maupun karena jarak denna #WFH waktu perjalanan ini data kita gunakan untuk bekerja dari rumah.

3. Hal yang paling sulit, beberapa diantaranya adalah melakukan proses rekaman di studio, dan juga melakukan touring artis-artis kita yang tidak data kita lakukan.

4. Ini merupakan salah satu yang kita lakukan dan sebetulnya sudah kita lakukan sejak beberapa tahun yang lalu dimana kita bekerjasama dengan salah satu media besar di Indonesia dan membuat program LIVE Streaming di YouTube yang bernama WarWar (Warung Warner). Di WarWar kita bukan saja menghadirkan artis-artis Indonesia, namun juga artis-artis International. Namun di saat pandemi ini kita melakukannya dengan cara berbeda tentunya yaitu dengan melakukannya dari rumah artis dan dengan isi program yang sedikit berbeda.

5. Dari sisi mendengarkan musik, saya tidak melihat akan ada banyak perubahan setelah pandemi ini selesai, para penikmat musik akan tetap mendengarkan lagu-lagu melalui digital platforms, dan bisnis konser akan tetap berjalan lagi karena orang-orang medapatkan experience yang berbeda pada saat menonton konser LIVE bersama-sama kawannya, dibandingkan menonton konser di rumah melalui LIVE streaming.

@2020/AldoSianturi/Photo: Istimewa

One Reply to “MENGINTIP PERSIAPAN PERANG LABEL MELAWAN CORONA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *