KING OF ROCK CITY YANG SEMPURNA

On 29 November, 2013 by Aldo Sianturi

 

Nikmati Film & Musik Sekaligus!

Nikmati Film & Musik Sekaligus!

Saya diundang oleh John Doe (personil Sweet Martabak) menghadiri Movie Premiere besutan Ferry Yuniardo (Cineprime Pictures Production House) yang berjudul “King of Rock City” di Blitz Megaplex, Grand Indonesia. Undangan dadakan ini saya sambut antusias. Apalagi kalau bukan karena zat musik yang terkandung di dalam film layar lebar ini. Sebuah pencapaian yang harus dihargai atas kerja keras para pelaku dan pendukung baik di dalam dan di luar film. King of Rock City adalah sebuah paparan sederhana atas aksi dan friksi yang terjadi di kota urban yang dihuni oleh berjuta karakter manusia. Film ini menampilkan kekerasan dan kelembutan secara bersamaan. Film ini disempurnakan kembali tanpa alasan yang berhubungan dengan judul sebelumnya yaitu Tak Sempurna.

Duduk sebagai penonton, malam itu mata saya tidak berkedip dan hanya sempat melempar senyum kecil kepada Erik (Black Kumuh) yang berada sederetan. Storyline film ini kuat, karena bisa dikatakan para pemeran mengalami pengalaman yang tidak jauh berbeda dengan cerita yang disimpulkan. Secara kolektif, film ini menggelar ruang-ruang yang berbeda ketika mengekspos situasi dan karakter yang menebalkan pesan bulat yang disampaikan melalui kalimat yang dinamis. Ada ketegangan, ketulusan, kesederhanaan, kekalahan, keakraban dan kekuasaan di sana. Semua disampaikan melalui bahasa Hip-Hop yang notabene adalah aliran musik yang secara konsisten dilakoni oleh para pemeran. Melalui poster dan musik yang melatari film secara keseluruhan, rasa tersebut secara absolut telah mengundang siapapun untuk mencicipi gelak tawa yang mewarnai King of Rock City.

Kesempurnaan Milik King Of Rock City.

Kesempurnaan Milik King Of Rock City.

Film ini adalah persembahan yang tidak perlu dibatasi dengan kata idealis. Film ini adalah jawaban daya tawar kekuatan musikal dari para pemuka musik yang mungkin sudah dianggap tidak produktif lagi. Musisi sama seperti anak, tidak ada bekas anak dan bekas musisi. Film ini menjadi kanvas panjang untuk dunia bahwa Iwa Kusuma, John Doe, Faro, Erik, Native, Remon, Mizta D, Neo dan musisi besar lain tetap mampu dan tidak lupa untuk meluapkan rasa yang meregang di dalam pikiran masing-masing. Film ini menggabungkan para pemain yang sudah memiliki filmografi dan yang belum pernah beraksi dengan dialog panjang. Namun dengan arahan yang dinamis terlihat betul bahwa para ‘freestyler’ dengan sukses bisa memberi lebih atas kelebihan yang dimiliki.

King of Rock City adalah film yang harus ditonton bukan untuk dibaca. Tulisan saya ini tidak akan sama persis dengan pengalaman setiap orang setelah melihatnya langsung. Saya sangat beruntung mengenal sejumlah besar pemeran yang sejak tahun 90an telah membingkai sebuah persaudaraan yang tidak akan pernah pupus. Ini adalah sebuah pencapaian yang harus diselebrasi bersama lepas dari rasa suka dan duka yang dilewati dalam proses pembuatan. Media di Indonesia sudah sepantasnya mengekpos film ini dan tidak hanya “Musik Rock Melulu”. Film ini adalah sebuah panji yang berkibar tanpa harus menunggu basa-basi dari berbagai media yang monoton di Indonesia. Sukses untuk King of Rock City dan jangan lupa untuk membeli soundtracknya di iTunes Stores.

Info: Website: http://kingofrockcity.com | YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=fhZfKIdRYxk | Twitter: @KORCfilm

@2013AldoSianturi/Photo:iTunes Stores Indonesia, Spesial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense