KESEMPATAN KEDUA NOAH YANG MERIAH

On 19 January, 2015 by Aldo Sianturi
Promo Layar Kasir

Promo Layar Kasir

Musica’s Studio bekerjasama dengan CT Corp dalam mempromosikan dan mendistribusikan album NOAH – Second Chance mulai 31 Desember 2014. Kerjasama ini membuat saya sejak minggu lalu mendatangi Carrefour untuk merekam dan menganalisa kerjasama dari luar. Karena yang saya dengar target penjualan yang menjadi proyeksi kerjasama ini  cukup tinggi yaitu sebanyak 3 juta kopi keping cakram padat.

Aktivasi Promosi Album oleh Wendy's untuk NOAH

Aktivasi Promosi Album oleh Wendy’s untuk NOAH

Wajar kalau kerjasama ini dibicarakan oleh praktisi bisnis. Karena kerjasama ini tidak mudah untuk direalisasikan oleh semua perusahaan rekaman. Lepas dari suka atau tidak suka NOAH, ini adalah murni bisnis musik dan perlu dicermati sebagai inspirasi bisnis. Wajar juga kalau kerjasama ini akan menjadi business benchmark di Tahun 2015 atas perusahaan rekaman yang juga memiliki artis dengan nama besar baik secaera pribadi maupun grup.

Launching Album di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.

Launching Album di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.

Musica’s Studio tentunya mempresentasikan posisi NOAH dan segala investasi yang ditanam untuk album kepada CT Corp. Begitu juga sebaliknya, CT Corp tidak lantas melakukan ijab kabul dengan hanya menerima pinangan presentasi. Bicara musik, tentunya urutan lagu yang sebelumnya dirilis oleh Peterpan menjadi faktor yang dianggap telah menempel dengan generasi muda. Tentunya di luar hal tadi, kedua perusahaan ini telah melakukan beberapa kali pertemuan dalam membahas skenario kerjasama secara detail yang disebut sebagai periode due diligence yaitu proses survei yang dilakukan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya sebelum proses penandatangan kontrak atau berlakunya kerja sama diantara semua pihak tersebut.

Banner Album di Carrefour Mal Ambassador, Jakarta

Banner Album di Carrefour Mal Ambassador, Jakarta

Melalui proses uji tuntas tersebut, artinya CT Corp memiliki kepercayaan terhadap Musica’s Studio, NOAH dan album “Second Chance” untuk meningkatkan volume dan dominasi penjualan dan KPI (Key Performance Indicator) seiring kompetisi bisnis antar perusahaan lain. Ada nilai besar yang amat besar dalam kerjasama ini yang harus didukung oleh eksekusi SOP (Standard Operation Procedure) agar penjualan berlangsung dinamis. Sudah terbayang daftar komitmen yang harus dilakukan secara integral oleh NOAH sepanjang tahun 2015 bersama CT Corp yang melibatkan beragam anak perusahaan.

Banner Himbauan Menghargai Musik Asli

Banner Himbauan Menghargai Musik Asli

Untuk kepentingan publikasi dan korporasi maka polemik “Pembajakan” masih menjadi menu utama yang merekatkan volume kolosal. Kedua perusahaan ini menggiring kembali masyarakat untuk menghargai album NOAH dengan harga IDR 50,000 per unit agar tidak melakukan pembajakan fisik maupun illegal download melalui medium internet. Diharapkan hal ini akan berpengaruh kepada mindset masyarakat terhadap semua rilisan musik. Kampanye ini saya anggap bagus dan semoga punya dampak besar.

Tampilan Website Bank Mega

Tampilan Website Bank Mega

Wajar kalau saya berpikir bahwa kenapa kerjasama bisnis musik ini tidak dengan perusahaan ritel di pasar modem kelas menengah yang lain seperti Giant, Hypermart, Ranch Market, FoodHall, KemChick, Hero, dan Foodmart yang juga dimiliki konglomerat besar. Pikiran ini menggelayuti saya ketika perusahaan rekaman bekerjasama dengan Kentucky Fried Chicken yang disusul oleh Texas Fried Chicken, Bakmi GM, Dunkin Donuts, Restoran Sederhana. Apakah peritel lain akan diam saja atau melakukan disrupsi bisnis atas CT Corp yang memiliki cabang Carrefour sebanyak 1,500 titik di Indonesia?

Maksimalisasi Kampanye Produk Carrefour

Maksimalisasi Kampanye Produk Carrefour

Di kalangan bisnis, CT Corp cukup disegani sepak terjang konglomerasi-nya. Perusahaan ini menggurita dalam beberapa tahun sejak didirikan di tahun 1987 dengan nama Para Grup dan berubah menjadi CT Corp sejak tahun 2008. CT Corp cukup strategis melakukan ekspansi bisnis pada 3 fokus utamanya yaitu Layanan Finansial, Media, Gaya Hidup & Hiburan, dan Sumber Daya Alam. Akuisisi agresif adalah salah satu pemicu CT Corp memiliki pertumbuhan yang pesat di sektor bisnis.

Belanja, Bayar, Belanja CD, Bayar Lagi.

Belanja, Bayar, Belanja CD, Bayar Lagi.

CT Corp sebagai partner distribusi album NOAH – Second Chance tentunya memberikan komitmen perniagaan kepada Musica’s Studio. Yang paling sederhana adalah menggunakan semua anak usaha perusahaan CT Corp baik restoran, kafe, layanan televisi berbayar, asuransi, properti, pusat perbelanjaan sampai layanan perbankan sebagai jalur distribusi album. Ini adalah cara yang dinilai efektif untuk saling mempertahankan posisi dua perusahaan besar meski silang industri dan memperkuat portfolio bisnis dalam kaidah penjualan saham perusahaan.

NOAH shooting di Gerai Coffee Bean (Integrated Activation)

NOAH shooting di Gerai Coffee Bean (Integrated Activation)

Beberapa perusahaan yang dikendalikan CT Corp antara lain PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Mega Syariah, PT Mega Life, PT Mega Insurance, PT Mega Capital, PT Mega Finance, PT Mega Auto Finance, PT Mega Central Finance. Trans TV, Trans 7, Detik.com, Trans Food & Beverage, PT Trans Fashion, PT Metro, PT Anta Tour, PT Trans Studio, PT Trans Property bahkan dalam 2 tahun terakhir ini CT Corp telah mengakuisisi saham Bank Sulut dan Garuda Indonesia melalui Trans Airways.

Wendy's jualan CD NOAH

Wendy’s jualan CD NOAH

Sepanjang tahun ini tentunya perjalanan kerjasama ini berlangsung lama dan hasil analisa bisnis per triwulan akan sangat mempengaruhi bentuk-bentuk maksimalisasi kerjasama ke depan. Bagi saya, kerjasama dalam bentuk Non Traditional Channel dengan CT Corp tidak akan terjadi tanpa ada sejarah kerjasama distribusi dengan Kentucky Fried Chicken, Texas Music, Indomaret, Circle K dan Seven Eleven. Ini adalah 3X ukuran kerjasama dibanding dengan sederet restoran cepat saji.

Mendekatkan Album Kepada Masyarakat

Mendekatkan Album Kepada Masyarakat

CT Corp tentunya juga memakai data tersebut sebagai pertimbangan bisnis dan mungkin di menit yang sama, beberapa induk perusahaan besar sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan rekaman untuk melakukan Me Too Campaign.  Bagi perspektif makro bila kerjasama ini berhasil maka ada kepercayaan bahwa produk fisik musik belum mati namun kerjasama ini tetap menyisakan kekecewaan bagi Traditional Music Retailer yang hanya bisa membaca ulasan ini tanpa bisa meraih nilai ekonomi dengan menjual album yang sama yang telah diikat oleh ekslusifitas arena penjualan

@2015/AldoSianturi/Photo: Aldo Sianturi, Website Bank Mega, Twitter Account Coffe Bean & Tea Leaf Indonesia, Twitter Account Wendy’s Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense