KEBANGKITAN PENYANYI CILIK DI HARI ANAK NASIONAL 2017

On 16 July, 2017 by Aldo Sianturi

Perusahaan rekaman kami yang bernama #MusikBagus merilis sebuah single pertama dari penyanyi cilik bernama ADNA yang berjudul “Pelangiku” pada tanggal 23 Juni 2017. Tanggal tersebut dipilih waktunya karena tepat sebulan sebelum Indonesia memperingati Hari Anak Nasional yang dirayakan setiap Tanggal 23 Juli 2017. ┬áMomentum tersebut menjadi sangat baik untuk memperkenalkan lagu dan sosok ADNA yang baru dan belum pernah memiliki pengalaman rekaman sebelumnya.

ADNA adalah penyanyi cilik yang berasal dari DKI Jakarta dan memiliki peruntungan yang baik atas pengalaman pertamanya di bisnis musik. Jalannya memang berbeda dengan Sherina dan Naura yang terlebih dahulu dikenal luas di Indonesia. Namun semua perjalanan tergantung masa depan nanti, bila proses tersebut disambung terus maka kiprahnya akan bersambung. Skenario yang dibangun bersama #MusikBagus adalah sederhana untuk menjadikan ADNA sebagai salah satu opsi musisi terbaru meski masih sangat belia.

Di saat yang sama di bumi Indonesia tercinta ini, saya amat sangat yakin bahwa banyak penyanyi cilik yang sedang menjalani hobi bernyanyi atau bermusik melalui rutinitas kursus vokal dan kancah perlombaan. Bahkan ada juga yang sama sekali tidak mengambil jalur umum tersebut karena tidak ada dukungan dari anggota keluarga. Dari dulu sampai sekarang memang tidak ada pikiran mereka semua untuk menjadikan anak tersebut menjadi artis terkenal. Outlet-outlet tersebut dipilih hanya sebagai ekstra-kulikuler atau medium untuk meningkatkan aktualisasi diri semata.

Namun entah mengapa, pengalaman perdana merilis lagu dari penyanyi cilik ini tiba-tiba seperti berkepanjangan. Entah bagaimana caranya, beberapa orang tua yang baru saya kenal tiba-tiba menghubungi dan mengajak saya bertemu untuk berdiskusi tentang masa depan anaknya di musik. Yang paling seru lagi adalah tadi pagi di Bali. Ketika saya bersama keluarga dan kerabat hendak menyantap sarapan pagi di Warung Etnik Denpasar, saya dihadapkan dengan sebuah perlombaan nyanyi anak kecil di tempat yang sama. Acara tersebut sangat low-profile dan tanpa eksposur media sama sekali.

Seperti biasa karena urusan musik, maka saya langsung tertarik dan menyimak satu per satu finalis yang rata-rata berusia 6 s/d 12 Tahun sampai dinyatakan selesai oleh MC yang memandu acara. Terus terang, saya kagum sekali dengan semua anak-anak tersebut. Saya bukan cuma menyukai ekspresi dan rasa percaya dirinya saja. Tetapi diantara finalis ada yang menyanyikan lagu berbahasa Bali dengan enak sekali sambil menari. Ini adalah sebuah harga yang tidak bisa dibayar buat saya. Saya harus memberikan rasa salut kepada orangtua anak tersebut.

Saya adalah orang yang mendukung keragaman. Bagi saya bernyanyi dalam bahasa Ibu kita adalah sebuah hal yang utama dilakon oleh anak Indonesia. Cara ini adalah sebuah cara kecil untuk melestarikan warna budaya kita masing-masing yang beraneka-ragam di Nusantara. Memang anak kecil terdengar keren dan berkelas kalau paham dan mampu menyanyikan lagu bahasa asing dengan sempurna. Namun buat saya hal tersebut adalah sebuah bonus bukan parameter wahid untuk penilaian.

Beberapa anak yang saya temui di Warung Etnik didampingi oleh orangtua sebagai pembimbing. Pagi tadi seru sekali, tidak ada riuh suara suporter seperti perlombaan lagu yang biasa kita sering lihat di TV. Semua punya cara masing-masing yang tidak berlebihan ketika memberikan apresiasi. Meskipun skala acara tersebut di bawah acara tujuh belasan yang sering kita hadiri di setiap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi mampu mengetuk pintu hati saya ketika ada sebuah finalis yang mampu bernyanyi dengan penjiwaan dan penguasaan teknik olah vokal yang baik.

Terus terang hal ini memacu saya untuk berpikir lebih keras atas market penyanyi cilik yang ditinggalkan banyak produser selama 15 tahun terakhir. Kita lihat saja apa jadinya nanti pemikiran tersebut dan saya berharap para praktisi bisnis musik di 34 Provinsi di Indonesia lebih giat melakukan acara untuk anak-anak. Karena mereka semua adalah pribadi-pribadi yang akan menghadirkan kita di masa depan nanti. @2017/AldoSianturi/Photo: Aldo Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense