JAZZ GOES TO CAMPUS 2013

On 30 November, 2013 by Aldo Sianturi
Me, Benny Likumahuwa, Yance Manusama

Me, Benny Likumahuwa, Yance Manusama

Universitas Indonesia memiliki cara tersendiri mendukung perkembangan musik di Indonesia. Salah satu kegiatan yang paling konsisten adalah Jazz Goes To Campus (JGTC) yang diprakarsai oleh Senat Fakultas Ekonomi di tahun 1978. JGTC adalah murni dilaksanakan oleh mahasiswa/i aktif antar kampus di Universitas Indonesia. Meski bukan bertindak sebagai praktisi bisnis musik, namun setiap tahun mereka menjalankan persiapan sepenuh hati sampai berlanjut ke eksekusi acara. Karakter kerjasama yang melandasi cara kerja mereka adalah modal untuk menjalani beragam bentuk kerjasama setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menyambut JGTC ke 36 tahun, saya diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu juri di ajang Kompetisi Band Jazz Goes To Campus yang pada tanggal 23 November silam telah rampung dilaksanakan. Panitia JGTC kali ini menyandingkan nama saya dengan pemuka musik Jazz di Indonesia yaitu Benny Likumahuwa dan Yance Manusama. Sebuah kesempatan yang sangat langka. Silam, saya bertemu Bung Yance ketika saya masih aktif bernyanyi di perhelatan reguler Friday Jazz Night Ancol pada tahun 90an. Bagi saya bertemu dengan para senior adalah sebuah momen mistikal. Selama aktif di even ini, saya banyak belajar dari kepekaan mereka merespon musisi muda.

JGTC

Selama tiga kali pertemuan, kami menyaksikan, menikmati, menyikapi talenta dan aksi bermusik dari sederet anak muda seperti Contra, Alboni Quartet, d’CIF, Lune Acoustic, Job & Duties, Rubato, Suddenly Quartet yang memiliki nyali mengekspresikan musikalitasnya melalui Jazz Goes To Campus. Tidak ada yang sempurna. Semua harus menghargai proses pembentukan dan pelepasan yang membutuhkan konsistensi dalam waktu lama. Namun paling tidak, penilaian kami sebagai dewan juri merujuk kepada kerja keras tim dalam mengeksplorasi sekaligus mempersembahkan musik di depan khalayak umum.¬†Berulang kali pesan yang kami sembur kepada musisi muda adalah agar untuk tidak bubar dini dan meredam ego yang tidak berujung.

Mungkin beberapa peserta merasa kurang nyaman dengan masukan yang kami berikan, namun waktu akan mengiring keterbukaan atas perspektif. Kami menilai para peserta dengan beberapa klasifikasi penilaian yaitu Interpretation, Technique, Improvisation, Performance Dynamic dan Performance Attack. Harapan saya adalah agar para musisi jazz menemukan jalan yang tepat untuk menjadi opsi baru di lanskap musik Indonesia. Secara pribadi, saya juga sangat berterima kasih kepada LO (liaison officer) yang bernama Bunga yang sangat perhatian untuk urusan kehadiran dan waktu. Selamat menikmati pergelaran Jazz Goes To Campus ke 36 besok di FE UI Depok dan Be Festive! @2013AldoSianturi/Photo: Todo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense