IS STREAMING THE ‘NEXT BIG THING’?

On 26 January, 2014 by Aldo Sianturi

BMC

It’s an endless situation. Di bisnis musik tidak ada yang pernah selesai. Baru juga memikirkan manfaat ekonomi, piramida FTD (Full-Track-Download) namun sekarang “Streaming” menjadi sesuatu yang harus dimengerti. Mungkin bagi anda yang berusia 50-40-30an, maka dengan pengalaman masa lalu langsung menyimpulkan bahwa Streaming sama dengan Radio AM/FM. Iya dan Tidak! Paling tidak kanvas bisnis model di atas menjelaskan postur bisnis streaming secara mikro.

Apa yang dimaksud dengan streaming? Kalau kita membuka kamus, maka streaming bisa berarti pengaliran atau mengalirkan,. Dalam dunia Internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar mudah ditransfer melalui jaringan Internet. Transfer file audio dan video tersebut dilakukan secara “stream”, alias terus menerus.

Dari sudut pandang prosesnya, streaming berarti sebuah teknologi pengiriman file dari server ke klien melalui jaringan packet-based semisal Internet. File tersebut berupa rangkaian paket time-stimped yang disebut stream. Sedangkan dari sudut pandang pengguna, streaming adalah teknologi yang memungkinkan suatu file dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu selesai didownload dan terus “mengalir” tanpa ada intrupsi.

Sebelum menikmati perjalanan bisnis musik, memahami bisnis musik bagian dasar adalah penting. Ada 10 poin kata kunci yang perlu dibaca terlebih dahulu seputar karya cipta sebelum menganalisa realita bisnis musik.  Setiap poin akan memberikan persamaan pemahaman yang sangat mendasar sebagai berikut:

1. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

3. Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra.

4. Pemegang Hak Cipta adalah pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta atau pihak lain yang mnerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.

5. Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu Ciptaan dengan menggunakan alat apa pun termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apapun sehingga suatu Ciptaan dapa dibaca, didengar atau dilihat oleh orang lain.

6. Perbanyakan adalah penambahan jumlah sesuatu Ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.

7. Hak terkait adalah hak yang berkaitan dengan Hak Cipta, yaitu hak eksklusif bagi Pelaku untuk memperbanyak atau menampilkan pertunjukkannya; bagi Produser Rekaman Suara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya; dan bagi Lembaga Penyiaran untuk membuat, memperbanyak atau menampilkan karya siarannya.

8. Pelaku adalah aktor, penyanyi, pemusi, penari, atau mereka yang menampilkan, memperagakan, memperagakan, mempertunjukkan, menyanyikan, menyampaikan, mendeklamasikan atau memainkan suatu karya musik, drama, tari, sastra, foklor atau karya seni lainnya.

9. Lisensi adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratannya tertentu.

10. Menampilkan adalah membawa ke muka; mengemukakan; mempertontonkan; memajukan

Empat Kriteria Streaming

1. On-Demand Streaming
Deezer, Earbits, Spotify, Guvera, Jango, Songza, Rdio, Rhapsody. Tidak bisa didownload hanya bisa didengarkan. Namun anda bisa menulis nama artis, album atau judul lagu dan mendengarkannya langsung. You can listen to whatever you want, whenever you want.
 
2. Non Interactive Streaming
Pandora, Xirius dimana anda tidak dapat memilih lagu dan hanya pasif mendengarkan playlist yang sudah disiapkan secara tradisional. Hampir sama seperti radio cuma ada di internet melalui webcast. Contohnya di Pandora, anda bisa menulis nama artis atau judul lagu, tapi sistemnya tidak akan memutar pilihan tersebut melainkan musik yang hampir sama dengan yang dimaksud.
 
3. Performing Rights Income
Jika anda mendengar Radio AM/FM, mendengar lagu anda di HoReKa (Hotel, Resto, Kafe), Karaoke, maka seharusnya anda sebagai komposer dan artis rekaman menerima pemasukan dengan alasan bahwa karya cipta tersebut diperdengarkan kepada khalayak umum. Sebagai pelaku yang berpartisipasi dalam penciptaan karya musik, musisi atau penyanyi juga merupakan pihak yang harus mendapatkan royalti. Seperti yang diatur dalam pasal 49 ayat 1 Undang-undang Hak Cipta bahwa pelaku dilindungi oleh Hak Terkait dimana pelaku memiliki hak eksklusif untuk memberikan izin atau melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya membuat, memperbanyak atau menampilkan rekaman suara dan/atau gambar pertunjukkannya. Kegiatan penyiaran karya cipta musik kepada masyarakat luas dapat berupa menyewakan, melakukan pertunjukkan umum (public performance), mengkomunikasikan pertunjukkan langsung (live performance) dan mengkomunikasikan secara interaktif suatu karya Pelaku.
 
4. Terestrial
Sistem penyiaran konten yang tidak melibatkan transmisi satelit. Biasanya menggunakan gelombang radio melalui pemancar atau antena.

Pemasukan Music Streaming Platforms

Ada dua pemasukan yang diterima yaitu pertama dari iklan dan biaya berlangganan. Sampai saat ini belum ada perusahaan streaming besar yang sudah mendapatkan keuntungan meskipun perusahaan tersebut menjual saham perdana kepada khalayak umum atau IPO (Initial Public Offering).

Spotify-Royalty-Formula

Formula Pemasukan Streaming

Setiap Streaming Music Platforms memiliki formula yang saling berbeda. Namun agar lebih sederhana, Spotify layanan yang berasal dari Swedia mendedikasikan website agar semua orang mengetahui seperti apa pemasukan yang didapat dari setiap stream dan detail yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi. Silakan kunjungi http://www.spotifyartists.com/spotify-explained/ agar lebih mengerti bisnis modelnya karena Spotify akan masuk ke Indonesia pada akhir kwartal pertama tahun 2014.

Spotify, MOG, Rdio dan layanan berlangganan atau gratis (dengan iklan) atau pengguna biaya biaya bulanan untuk unlimited streaming musik. Perhitungan sederhana adalah bila sebuah lagu akan di-streaming sebanyak 60 kali, maka penulis lagu menerima 9,1 sen dalam pembayaran royalti mekanik. Dan artis rekaman mendapat 38 sen (atau membagi uang, setengah-setengah, dengan label rekaman, per kontrak).

Streaming Akan Berkembang

Billboard

Perlu disadari bahwa musik adalah konten yang paling banyak memiliki kompetitor. 10 tahun lalu ketika MySpace memulai langkahnya, sudah ratusan juta lagu di sana dan saling berebut perhatian. Namun saya melihat bahwa streaming akan berkembang dan paling tidak akan menjadi pemasukan bagi label sebesar 20% dari pemasukan global.

Entah sebagai seniman dan non seniman yang berkontribusi kepada kelangsungan hidup para seniman harus memiliki strategi dengan berpikir bahwa Streaming adalah kombinasi atas revenue generation dengan promosi dan pemasaran. Bahkan sebuah tulisan berjudul Digital Downturn – The First Slump Of The iTunes Era di Billboard Magazine edisi pertama tahun 2014 dapat dijadikan parameter kalau di Amerika ada pergeseran dari Download ke Streaming.@2014/AldoSianturi/Photo: Spotify, Billboard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense