INILAH SAAT YANG TEPAT UNTUK REKAMAN LAGI

On 12 October, 2013 by Aldo Sianturi

Session

Bila anda seorang musisi atau seseorang yang sangat produktif menciptakan karya musik, inilah saat yang tepat untuk mempersiapkan rencana besar untuk meraih angka penjualan yang “masuk akal” di medium musik digital. Jangan kaget! Saya pebisnis musik, pikirannya selalu berujung ke penjualan/bottomline. Dua hal yang tidak rukun tapi muaranya melegakan. Well, bahkan bila anda sedang dalam kondisi putus asa dan enggan kembali ke studio karena tidak yakin terhadap situasi bisnis musik di Indonesia, maka lupakan pemikiran itu sekarang juga. Siapkan pena anda, buat sketsa kerja, rancang proposal baru untuk mencari pendanaan, buat janji pertemuan dengan pebisnis musik dan pastikan karya cipta anda terlindungi. Pada tahap awal anda tidak perlu fokus terhadap bisnis musik. Karena Musik adalah Musik. Bisnis Musik ada karena Musik ada. Jangan Pernah Berubah!

Pengamatan saya terhadap bisnis musik mendorong tulisan ini untuk hadir sebagai inspirasi baru. Berulang kali saya sampaikan bahwa “It’s All About The Music”. Musik punya kaki untuk bisa melanglang buana ke seluruh penjuru dunia. Jangan pernah merasa musik telah berhutang budi kepada anda. We’re only a borrower! Musik jalan sendiri tanpa harus ada Marketing Plan. Bahkan anda tidak perlu mempelajari bisnis model Spotify, iTunes, KlikMusik, Musikkamu, YouTube, Rdio, Deezer dan toko digital lain selagi mempersiapkan rekaman. Ingat! Bilamana anda tidak mampu menjalankan bisnis musik sendiri, jangan khawatir, di luar sana semakin banyak orang yang bisa membantu anda untuk urusan administrasi. Bisnis Musik selalu ada di ruas jalan yang sama dengan Produksi Musik namun spasi waktu untuk mendiskusikan hal ini bisa bertemu dalam waktu yang sama atau selang beberapa bulan.

Para pebisnis musik sedang sibuk memastikan agar konten musik dari Indonesia tersedia untuk distribusi digital. Ini adalah salah satu langkah untuk menyelamatkan populasi masyarakat yang mengkonsumsi musik secara pengunduhan ilegal. Bila anda tidak membuat konten anda tersedia di digital, maka sudah pasti anda turut merestui agar pengunduhan ilegal marak terjadi. Karena sesuai dengan pengalaman berbagai orang yang sering mencari musik secara ilegal akhirnya mulai merasa kecewa dengan proses pengunduhan lagu yang semakin lama merugikan waktu dan fungsi. Kini dengan naiknya indeks kelas menengah di Indonesia, masyarakat semakin punya rasa percaya diri untuk membeli konten digital. Bila konten musik digital tersedia dalam kualitas terbaik dan mudah diakses maka cara ini akan ditempuh dan tentunya memberikan keuntungan.

Memang perihal keberlangsungan dalam urusan digital musik bukan sepele. Banyak elemen yang harus diperhatikan agar konten musik digital dapat sukses dan memberikan keuntungan kepada semua pihak dalam jangka panjang. Salah satu hal yang harus dipikirkan adalah Payment Gateway yaitu gerbang yang melakukan verifikasi akan status akun kartu kredit anda, entah itu masih dalam batas, sudah lewat batasan, atau ada masalah lain yang timbul. Untuk melakukan transaksi pada sejumlah layanan penjualan digital musik yang berasal dari luar negeri masih menganjurkan pembayaran melalui kartu kredit. Sementara tidak banyak jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia, hanya sekitar 20% dari populasi. Tapi saya dengar desas-desus bahwa salah satu Convenience Store di Indonesia akan menjual Pre-Paid Card iTunes Stores Indonesia. Ini langkah bagus, kalau tidak, iTunes tidak akan berkembang hanya dengan kekuatan Top Pyramid.

Namun kembali kepada hal yang ingin saya sampaikan, bahwa berhentilah berpikir seperti pebisnis. Sadari kalau anda dan rekan memiliki ‘natural gift’ untuk menciptakan konten musik yang akan diberikan kembali ke dunia dan seluruh isinya. Maka teruskanlah dan selalu berkarya, karena ini waktu yang tepat untuk rekaman. Bahkan bila sebelumnya anda sudah punya ‘fanbase’ yang cukup besar dan tidak harus loyal, maka siapkanlah konser yang fenomenal dan rilis album digital anda pada hari yang sama dengan konser dan yakinlah kalau album anda akan menempati penjualan pertama di iTunes Store Indonesia. Apakah ada garansi? Tidak! Di situlah kita sama-sama melihat bahwa musik apa yang menggugah hati banyak orang. Ini telah dibuktikan oleh Yovie Widianto Music Factory dengan rilisan Yovie & His Friends di yang sempat menempati urutan pertama di iTunes Stores Indonesia tanpa promosi konvensional sedikitpun. Label ini dihuni oleh banyak pebisnis musik. Mereka menyiapkan sebuah rencana besar yang saling terintegrasi seperti konser, penjualan fisik, penjualan digital dan akhirnya kerja keras ini membawa sukses yang sangat fenomenal.

Kehadiran para pebisnis musik ke dalam tubuh manajemen musisi menyumbangkan banyak cerita baru, contohnya seperti yang kita endus belakangan ini. Musisi di Indonesia sedang menyiapkan film layar lebar dan web-series yang penuh dinamika. Sama halnya seperti Rumah Sakit Swasta pada area manajemen tidak ada yang bergelar dokter; semua adalah profesional dengan latar belakang perbankan, properti, hukum dan sebagainya. Namun untuk tim ahli yang melihat masa depan kedokteran dihuni oleh para dokter ahli. Hampir sama dengan Bisnis Musik dan Produksi Musik. Pendeknya, kembalilah ke studio. Siapkan perangkat kerja dan jangan lupa cari orang yang bisa membantu. Hilangkan ego dan keinginan untuk menjadi terkenal.@2013AldoSianturi/Photo: Spesial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense