INDONESIA PERLU WAKTU PANJANG DALAM MEMAHAMI DISTRIBUSI MUSIK DIGITAL

On 22 March, 2014 by Aldo Sianturi

PAPPRI

Pada tanggal 13 Maret 2014, saya menjadi pembicara di Seminar Nasional Terbuka dengan tema  “Peluang Distribusi Digital di Indonesia” yang bertempat di Hotel Century Park. Seminar ini adalah bagian dari kegiatan lain dalam memperingati Hari Musik Nasional. Kehadiran saya di sana adalah atas undangan Richard dan Andy Ayunir dari Persatuan Artis Penyanyi dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Saya berbicara pada sesi kedua bersama dengan Conrad Lamury (Big Daddy Entertainment), Prof. Dr. Agus Sardjono, SH. (PAPPRI), Dr. Edmon Makarim, S.Kom, SH, LLM.(Konsultan Menkominfo), Djaduk Ferianto (Budayawan) dan Seno M. Hardjo (Anugerah Musik Indonesia). Sehari sebelumnya saya sudah mempersiapkan sebuah presentasi yang berjudul “Content Is King & Distribution Is Queen”. Presentasi ini berhubungan dengan keberadaan saya sebagai Indonesia Country Manager untuk Believe Digital.

Di depan audiens yang notabene pencipta lagu, saya menyampaikan bahwa kita berada di garis yang sama untuk mengetahui seluk beluk distribusi digital musik. Namun meskipun begitu diperlukan pemahaman yang lebih cepat agar tidak salah ketika menjadi bagian yang memiliki nilai ekonomi. Saya menjelaskan 5 hal penting yang melatari pemahaman global yaitu Simplicity, Transparency, Get Heard, Get Bought, Get Paid yang saya jabarkan satu per satu. Dari bahasa tubuh audiens yang saya perhatikan dari panggung, kelihatan sekali banyak yang membutuhkan waktu untuk mengerti presentasi yang saya bawakan.

Digital adalah perihal kekinian dan diperlukan perspektif pindah jalur yang dinamis. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif diperlukan diskusi yang bersifat serial, tidak bisa mengandalkan satu kali seminar yang lebih banyak kandungan seremonialnya dibanding edukasi optimal. Setiap pembicara saling menukas materi yang dikuasai tetapi kebosanan yang terjadi selama ini dilontarkan audiens dalam sesi tanya jawab. Para penanya lebih serius untuk bertanya apa kelanjutan dari seminar dan aplikasi yang akan berpengaruh kepada pencipta. Dari sini kelihatan bahwa kesiapan audiens untuk dipercepat langsung ke urusan digital tidak seperti membalik telapak tangan. Ini adalah pekerjaan rumah yang masih panjang untuk Indonesia.@2014/AldoSianturi/Photo Credit: Voicemagz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense