HERMAWAN KARTAJAYA BERUBAH!

On 27 March, 2010 by Aldo Sianturi

Semalam bersama dengan Istri tercinta, saya menghadiri event MarkPlus “Marketeers Club Dinner Seminar” di Swiss-Belhotel Medan. Ketika saya masuk di ruangan, saya terhenyak melihat meja bundar yang disediakan telah dipenuhi oleh para Marketeers asal Medan yang rata-rata senior. Seperti biasa, semua mata tertuju kepada sosok Pak Hermawan Kartajaya yang selalu pro aktif mendeskripsikan anatomi pemikiran barunya sekaligus berbagi beragam analisa atas pengalaman pribadi yang layak dijadikan studi kasus. Semua hal tersebut membuat para tamu bukan hanya betah menatap HK, lambat laun tangan mereka pun mengarah pena dan menulis apa yang bisa ditulis sebagai hal pembelajaran. 

Di tahun 2010 ini, sudah 3X saya berkesempatan bertemu dengan HK yaitu saat bertemu Bapak Menkominfo Tifatul Sembiring dan “hampir saja” bertemu dengan Bapak Menegpora Andi Mallarangeng di kantor MarkPlus Jakarta. Saya coba analisa lebih dalam makna dari setiap pertemuan, apa dan kenapa HK dengan institusinya mau berbicara dengan banyak anak muda yang naik ke permukaan akhir-akhir ini tanpa harus memiliki medali korporat apapun. Saya sangat hati-hati memetakan “approach pattern” yang digugus. Sama sekali bukan karena saya punya pikiran negatif, namun ini adalah mimpi saya berbelas tahun dimana anak muda berlatar belakang seni, sastra, olahraga, sosial dan apapun itu bisa bergaul pintar dan berinteraksi dengan para pemikir besar di Indonesia seperti HK, Anies Baswedan, Gede Prama dan lainnya.

Saya akui, beberapa waktu lalu saya hampir ‘tuna respek’ dengan para senior, tidak lain karena buat saya mereka hanya lebih peduli kepada hal atau pribadi yang dapat menaikkan saldo atau portfolio bisnis atau imej mereka semata. Selalu ada di koridor Business To Business (B2B) dan tidak pernah mau “Turun Ke Bawah” bertemu langsung dengan gelombang yang punya sapuan dahsyat dengan merk “Youth Power”. Kalaupun ada, itu semua penuh dengan agenda kepentingan yang obvious dan tidak punya malu dan estetika.

Namun di quarter pertama 2010 ini, pemikiran sementara tersebut saya kikis dengan kesadaran penuh. Saya telaah, pada saatnya, memang ruang dan waktu akan berpihak kepada doa dan mimpi setiap orang. Tadi malam di depan forum pun saya ceritakan bahwa “Semua Orang Sedang Resah” , apalagi di Jakarta dan tampaknya atas sinopsis yang saya jabarkan maka semua orang mengamininya.

HK memang penuh kejutan, dia adalah “Pendidik Tidak Langsung” bagi saya melalui medium radio saat saya masih SMA dulu. Saya selalu menyesal kalau tidak berkesempatan mendengar suara beliau di radio menceritakan studi kasus dan jargon marketing olahan pikirannya. Kembali ke tadi malam, HK bercerita bahwa Positioning dan Branding akan ditinggalkan orang sebentar lagi dimana tidak ada korelasi yang kuat lagi dengan kenyataan. Kontan saya terkaget karena senangnya bukan main. Kenapa? Karena meskipun HK dulu pasti sering mengumbar kata-kata itu di setiap seminar dan konsultansinya, namun dia ‘Berani’ dan ‘Tidak malu’ menyatakan bahwa kita harus meninggalkan pemikiran tersebut. Sungguh filosofis bapak ini akan realita pergeseran!

Hal inilah yang memacu saya untuk menulis pengalaman segar saya tadi malam. Saya seorang visioner yang selalu lebih dulu mengatakan kepada komunitas saya bahwa satu menit lagi adalah masa depan dan saya tidak nyaman melihat teman-teman saya masih berpikir bahwa dunia masih sama melalui perspektif dan memorinya. Saya tidak suka dengan para pemimpin yang menjalankan bisnis dengan template warisan 10 tahun lalu, menjadi kerdil di mata dan hati saya. Saya senangnya bukan main, melihat HK yang sudah berusia 62 tahun, masih mau berubah dan berbuat. Masak anak muda malah memble dan tidak mau berubah menjadi lebih baik. Inilah situasi yang ingin saya tantang kepada anak muda lewat tulisan ini.

Namun saya juga sampaikan di forum bahwa sebagai wakil anak muda, kami harus rutin melakukan ‘sungkem’ kepada para senior dan senior juga harus membantu kami untuk meneruskan pemikiran dan investasi yang sudah mereka lakukan. Anak muda punya masa depan dan senior punya masa lalu yang sangat bagus dikombinasikan. Saya sebut bahwa perbedaannya cuma sedikit namun mutlak yaitu “Senior itu lebih duluan lahir dan memiliki jam terbang yang lebih banyak dari anak muda”. Karenanya, saya mendapat respek dari forum ketika saya sampaikan bahwa toleransi itu memiliki efek harmoni di kehidupan sosial kita, terlihat dari binar mata semua orang yang menghadiri jamuan makan malam ini.

Terlebih saya juga setuju ketikan HK bermigrasi dari Citizen ke Netizen dan menyampaikan bahwa tidak penting memikirkan perbedaan “Keturunan etnis cina harus waspada kepada Pribumi dan begitupun sebaliknya”, masalahnya tidak akan selesai dan akan berputar-putar di situ saja. Betul sekali dan ketahuilah kalau sekarang “We’re the citizen of the world”. I am glad that the matter has been resolved. Of course, in the future, there may still be the occasional misunderstanding between people of different races and religions. When it occurs, we must act quickly, exercise tolerance, respect any different viewpoints as being part and parcel of our multicultural social fabric and try to resolve the misunderstanding sincerely

Pendeknya, semalam adalah fase yang baik di saat saya sedang mempelajari karakter “Dynamic Behaviour”.

Entah mengapa, hati kecil saya mengatakan bahwa suatu saat akan ada jalan di Indonesia ini yang diberi nama “Jl. Hermawan Kartajaya”.  Bagi saya dia seorang Khalifah melalui konsistensi value yang berbeda. Hormatilah para senior kita dan ketuklah langsung pintu hatinya dengan penuh sopan santun. Jangan ragu-ragu cari HK dan katakan terima kasih untuk beliau di Twitter dengan ID @hermawank ya. @2010aldosianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense