DAMON KOESWOYO “BERSIASAT UNTUK MASA DEPAN”

On 31 August, 2015 by Aldo Sianturi
Listening Session

Listening Session

Setelah bertemu di acara musik bertajuk “Sama Satu Rasa” yang digelar di Hangover Bar N Kitchen, Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu tanggal 13/08/2015, maka kami sepakat  mengatur waktu untuk kopi darat. Rencana nongkrong dengan Damon Koeswoyo akhirnya terlaksana di minggu yang sama bersama istrinya, Isti. Tidak banyak yang tahu kalau Damon telah memiliki 2 orang anak selama perkawinan yang memasuki usia 15 tahun. Dalam pertemuan tersebut kami saling berusaha mengenal dan banyak membicarakan pengalaman di bisnis musik yang efektif untuk dilakukan sekarang.

Atas apa yang disampaikan panjang lebar, saya dapat memahami tantangan besar dalam kehidupan kalau Damon Koeswoyo sejak pertama kali memilih musik menjadi realita karier. Damon sang putra dari Tonny Koeswoyo (Alm), musisi dan komposer legendaris Koes Bersaudara & Koes Plus dan juga pemilik predikat gitaris Band Kidnap yang melegenda meski hanya merilis debut album berjudul “Katrina” di tahun 1993 harus terus bersiasat agar tidak terperangkap oleh kehebatan nama besar dan masa lalu yang tidak terpisahkan dengan dirinya. Dia harus selalu mencari jalan agar bisa mendapatkan keuntungan dalam berbagai bentuk kerjasama.

Sementara di sisi lain, Damon juga harus menerima kenyataan dimana khalayak umum lebih cenderung melupakan insan kesenian lama yang tidak memiliki berita sepanjang masa. Beruntung Damon cukup luwes membawa dirinya sehingga mudah diakses oleh media hari ini. Contohnya adalah campur tangan-nya di Dony Fattah Project. Dia terus berusaha mencari bentuk yang terbaik dalam menjaga nama baik dalam konteks moral sambil menciptakan nilai ekonomi yang berkesinambungan. Pada akhirnya, Damon tidak memungkiri bahwa predikat masa lalu akan terus memberi keuntungan kepada dirinya, tetapi masih ada mimpi besar yang harus direalisasikan dalam waktu dekat.

Pertemuan kami akhirnya berlangsung cukup lama karena begitu banyak cerita lama dan baru dihadirkan bersama dengan riuh tawa sekaligus keseriusan mendengar cerita membanggakan yang disampaikan personil Koes Plus ke Damon yang merupakan sebuah pengakuan dimana Tonny Koeswoyo (Alm) begitu berjasa merubah perjalanan keluarga menjadi lebih baik. Kalau bukan lewat disiplin bermusik mungkin keluar besar Koeswoyo masih menempati Tuban (Jawa Timur) dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Itulah mengapa dalam diskusi yang menarik tersebut kami membahas bagaimana mengurus  estate atas nama dan karya yang ditinggalkan yang dapat dikomersialisasikan ke beragam brand. Kemudian gebrakan terbaik yang harus dieksekusi oleh Damon Koeswoyo untuk menampilkan rumusan seni melalui etalase yang menarik dan kreatif. Tidak ada yang terlambat, tinggal mengatur waktu untuk mengurusinya saja.@2015/AldoSianturi/Photo: Aldo Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense