APA YANG MEMBUAT JUMLAH PENDENGAR RADIO SEMAKIN NAIK?

Belasan Music Director dari Radio Paling Favorit di Palembang, Surabaya, Jakarta, Bandung memastikan kalau radionya tetap mengudara di masa pagebluk covid-19. Meski tren belakangan ini semua orang siaran sendiri lewat sosmed, tapi radio nggak pernah kehilangan kreativitas untuk memberikan berita, mempromosikan musisi dan memainkan lagu dengan menghibur. Hasilnya indeks pendengar radio pun makin menanjak naik dan betah!

Adalah sebuah kesalahan yang paling ekstrem bagi siapapun jika tidak pernah (lagi) mendengarkan radio. Karena “Radio adalah Kita!” Radio adalah medium komunikasi yang punya banyak kelebihan dan memberikan keuntungan yang tidak pernah tanggung. Radio selalu memberikan rotasi optimal bagi lagu-lagu yang disesuaikan oleh orang yang paling berkuasa di jagad musik yaitu Music Director.

Selain punya pengetahuan musik di atas rata-rata, para Music Director ini punya selera musik yang menjadi patokan audiens terhadap sebuah jaman. Mereka rata-rata pekerja keras, pemikir keras dan berwatak keras. Karena mereka sangat idealis untuk memberikan yang terbaik bagi pendengarnya. Music Director juga berperan penuh membentuk ‘media habit’. Mari kita simak respon perubahan yang diantisipasi oleh radionya masing-masing.

Lima Pertanyaan Penting                                                                                                                1. Bagaimana posisi radio terhadap perubahan aktivitas pada pandemi covid-19. Apakah jam siaran dibatasi? Apakah penggunaan radio menambah atau sebaliknya? Bentuk promosi apa yang bisa tetap diberikan untuk Musisi dengan lagu barunya?
2.Format informasi dan musik seperti apa yang dikemas oleh tim produksi radio sehingga para pendengar tidak berpindah channel dan fokus menerima transmisi konten yang bermutu?
3. Di masa pandemi covid, apakah advertiser lebih fleksibel untuk membuat promosi radio tematik atau kebanyakan berjalan seperti biasa tanpa kreativitas?
4. Para pekerja di radio dikenal sangat tangguh baik di studio dan di luar studio. Bagaimana radio menjaga agar tetap punya konten spektakuler tanpa mengorbankan kesehatan awak radio?
5. Bagaimana perspektif program radio setelah nanti masuk di New Normal. Siapa target radio anda yang paling utama dan bagaimana cara melibatkannya di setiap program?

DEWI HANAFI
91,4 COSMOPOLITAN FM
1. Perubahan yang jadi harus disesuaikan dengan kondisi pandemi ini adalah teknis pelaksanaan siarannya. Semua siaran program baik itu Prime Time, Regular Time, maupun Special Program— rekaman siarannya dilakukan di rumah masing-masing. Kalau situasinya ga memungkinkan untuk penyiar rekaman dari rumah atau memang ada yg harus di-take langsung dari studio di kantor, itu harus saling koordinasi untuk ada pengaturan pembagian jadwalnya supaya bisa tetap dibatasi jumlah orang yang datang ke kantor.

Tapi selain teknis siaran, buatku pribadi jadi ada perubahan penting untuk posisi/peran radio; sebagai media yang harus bisa memberikan informasi yang valid dengan penyampaian yang bisa lebih terasa ‘dekat’ untuk pendengar, jadi mudah-mudahan bisa lebih diterima dan dipahami dan bahkan berimpact untuk adanya perubahan perilaku (misal saat sekarang, bener2 mau untuk di rumah aja dan ga mudik). Menurutku radio lebih bisa berperan di situ untuk ngasih emotional effect kalau kita nih beneran “we’re all in this together” loh.

Penggunaan radio konvensional (seperti dari radio mobil atau radiotape lainnya) mungkin berkurang karena mobilitas orang bepergian juga secara signifikan berkurang di masa pandemi ini. Jadi aktivitas mendengarnya pun kita arahkan secara online, via streaming website ataupun dari mobile apps. Secara ga langsung ini juga untuk mengajak pendengar supaya sebisa mungkin stay di rumah aja, karena dari rumah pun tetep bisa dengerin radio.

Bentuk promosi untuk musisi juga beralih ke online lewat social media. Kalau sebelumnya bisa radio visit langsung, sekarang yang dilakukan adalah ajakan untuk interview dan perform di instagram live masing-masing station. Tapi untuk promo digital masih bisa dilakukan seperti biasa tentunya, dengan posting e-flyer dsb.

2. Untuk format informasi sebetulnya masih sesuai dengan personality radio masing-masing; misal di Cosmopolitan FM fokusnya tetap di informasi yang berhubungan dengan kehidupan perempuan, sedangkan di HardRock FM berhubungan dengan lifestyle & entertainment. Tapi yang jadi catatan untuk semuanya adalah kita harus tetap mengupdate pendengar dengan perkembangan berita situasi terkini, tanpa menimbulkan kepanikan.

Sedangkan untuk format musik tidak banyak berubah, rotasi pemutaran lagu-lagu baru tetap berjalan seperti biasa. Refreshment lagu-lagu atau playlist yang diputarkan pun masih dilakukan secara berkala. Paling untuk ikut mengingatkan tentang pentingnya kita semua sama-sama bisa bertahan dan berjuang di kondisi ini, kita juga memutarkan lagu yang dikemas dalam format music spotlight sebagai bentuk kampanye mendukung kebijakan pemerintah melawan COVID-19.

3. Untuk hal ini aku ga bisa komentar banyak karena memang ga terlibat langsung untuk pemasangan iklan dsb. Tapi sejauh pengamatanku sebagai tim program di Cosmopolitan FM dan penyiar di Hard Rock FM, yang aku lihat justru advertiser harus jadi lebih kreatif untuk bisa “jualan” produknya. Adlibs atau recorded spot masih ada walau jumlahnya pasti berkurang. Bentuk promosi pun ga bisa talkshow kan, jadi ditawarkan ke bentuk lain yang ga harus on air, misal untuk di instagram live fest atau masuk ke podcast radio.

4. As cliché as it sounds, tapi di kondisi seperti sekarang ini menurutku yang bener-bener bisa bikin kita tetep menghasilkan konten bagus dan kreatif adalah teamwork yang solid! Karena jadi justru terasa sekali pentingnya peran satu sama lain. Harus jaga komunikasi walau tektokan kadang jadi ga selancar saat kita bisa tatap muka. Tapi ya dengan teknologi yang ada kita maksimalkan deh dengan weekly virtual meeting, grup whatsapp mungkin bertambah untuk koordinasi program/aktivasi digital, dan saling support saat ada kegiatan yang lagi dijalanin sama radio kita; misal ada instagram live atau konten online yang bisa ditonton, masing-masing ikut promoin dan ikut join nonton juga kalau memungkinkan.

5. Sepertinya, the New Normal untuk radio kurang lebih adalah seperti yang sedang dijalankan sekarang— secara holistik ada di berbagai platform. Tidak lagi hanya sebatas audio, tapi secara visual pun ada konten kreatif yang bisa diakses melalui social media (youtube, instagram, twitter, facebook, dan bahkan tiktok!). Untuk konten audio pun ada penambahan kreativitas dalam bentuk podcast, yang kontennya tentu saja berbeda dari apa yang biasa bisa didapat pendengar melalui siaran/program on-air.

Target paling utama aku rasa tetap pada main audience/listeners masing-masing station dan potential listeners, karena pasti radio tetap butuh pertumbuhan jumlah pendengar yang baik demi ketahanan dan keberlangsungan bisnis. Jadi platform-platform lain seperti instagram, youtube, podcast dsb itu aku melihatnya sebagai way of support; sebagai perpanjangan tangan dari radio itu sendiri dan bukan sebagai pengganti. Dari konten-konten kreatif yang dilakukan di berbagai supporting platform itu juga aku rasa penting untuk tetep ngajakin audience/pendengar supaya dengerin konten on-air nya juga. Jadi cakupan audiens meluas, tapi pertumbuhan pendengar bisa tetap meningkat.

SATRIYO PRAKOSO
97,5 PLAY FM PALEMBANG
1. Posisi radio terhadap perubahan aktivitas pada pandemi Covid-19 ini akan tetap menjalankan fungsinya sebagai media massa yang memberitakan perkembangan Covid-19 ini. Tentunya pasti ada perubahan untuk jam siarnya. Di Play FM pun mengalami perubahan untuk jam siar ini yang tadinya 05.30 – 24.00 menjadi 06.00 – 20.00. Untuk data penambahan ataupun pengurangan penggunaan radio menurut saya harus ada survei tersendiri agar mendapatkan data yang valid.

Bentuk promosi yang bisa Play FM berikan ke musisi yang merilis lagu di tengah pandemi ini adalah dengan wawancara on air sekaligus live di Instagram dengan musisi tersebut seperti dengan Dul Jaelani dan Fadly Padi beberapa waktu lalu di program prime time pagi kami, “Plug N Play”, atau opsi lain bisa juga promosinya dibahas dengan eksklusif di spesial program kami “100% Indonesia Talkshow” yang disiarkan selama satu jam.

2. Untuk format informasi dan musik yang bisa kami tawarkan sekarang tentunya apa yang memang sedang dibutuhkan oleh pendengar. Untuk informasi sebagai media massa tentunya kita harus objektif dan bernuansa positif dalam memberikan berita. Di tengah pandemi ini menginformasikan perkembangan berita wabah corona, protokol kesehatan yang harus dilakukan, kegiatan positif yang bisa dilakukan selama #dirumahaja, dsb. Untuk musik bisa dengan memutarkan lagu-lagu favorit pendengar, lagu- lagu yang bertema positif, lagu-lagu hits, dll. Dan bisa juga menggunakan musik untuk membuat iklan layanan masyarakat seperti kampanye cuci tangan agar tetap menjaga kebersihan sebagai bentuk cara pencegahan penularan virus Corona.

3. Kreativitas tentunya akan tetap diperlukan untuk membuat promosi radio apalagi yang memang diminta oleh advertiser, tapi masa pandemi Covid-19 ini membuat kita semakin harus lebih kreatif untuk memanfaatkan semua platform yang ada. Jadi untuk iklan yang dipasang bukan cuma akan ditawarkan muncul di radio, tapi bisa juga muncul di sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, ataupun muncul di website.

4. Menjalankan protokol kesehatan ataupun mengurangi penugasan di luar radio mungkin bisa jadi salah satu cara untuk tidak mengorbankan kesehatan tim redaksi di tengah pandemi Covid-19 ini. Dengan kemajuan teknologi sebenarnya memudahkan kita juga untuk tetap bisa membuat konten yang spektakuler. Yang kami terapkan sejauh ini dengan membuat tema-tema yang menarik dan relevan di kondisi sekarang dan membahasnya bersama narasumber yang berkompeten. Mengangkat topik seperti kegiatan di rumah saat pandemi ini, belajar online, hal-hal positif yang bisa dilakukan di rumah, dll. Untuk teknisnya banyak alternatif yang bisa dipakai seperti menggunakan aplikasi Zoom/Google Meet/Skype untuk mewawancarai narasumber dan disiarkan audionya melalui on air atau bisa juga dikaitkan dengan Instagram Live untuk tampilan audio dan visual sekaligus.

5. Tentunya akan ada banyak penyesuaian ketika kita memasuki era “New Normal” nanti. Menurut saya untuk target radio akan tetap sama dengan apa yang udah dirumuskan dalam segmentasi radio tersebut untuk Play FM di usia dewasa muda (25-35 tahun), tapi dengan adaptasi “New Normal” ini juga membuka peluang untuk memperluas target mengingat setiap orang sekarang sudah menggunakan smartphone dan dengan ‘memunculkan’ radio di digital seperti dengan link streaming ataupun di media sosial akan semakin memperlebar target radio kita.

Untuk interaksi yang dibuat bisa lebih kreatif seperti membuat polling lagu secara digital, memberi pendengar “kemampuan” untuk memilih playlist yang akan diputar dengan memilihnya di sosial media, bisa juga melibatkan pendengar secara interaktif di on air, memperluas kemungkinan pilihan narasumber bisa dari dalam kota, luar kota, maupun luar negeri, semua bisa berubah dengan era “New Normal”. Dengan memanfaatkan teknologi dan adaptasi kondisi “New Normal”, semakin banyak opportunity yang

YUDHI BUSTER
MOST RADIO 105,8 FM JAKARTA
1. Dalam kondisi pandemi covid-19 ini MOST Radio turut mensukseskan anjuran pemerintah utk menjaga jarak dan bekerja dari rumah tanpa sedikitpun mengurangi kualitas dan kuantitas siarannya. Walaupun sebagai radio yang memainkan musik 80an, MOST Radio tetap uptodate dengan mengakomodir para musisi yg ingin berkontribusi disuasana pandemi covid-19 ini dengan cara bekerjasama membuat lagu yg menyemangati dan memberikan optimisme.

2. MOST Radio paham dan mengerti sebagai media yang memberikan hiburan dan informasi bagi pendengarnya dimana kedekatan adalah yang utama, empati yang MOST Radio tawarkan kepada pendengar melalui konten yg memang menjadi konsumsi bersama.

3. Semua sektor jasa usaha dimasa ini merasakan hal yang sama, kreativitas adalah kunci tetap berjalannya sebuah usaha yang menghasilkan karya, begitu juga dengan kemitraan antara MOST Radio dengan client-nya.

4. Beberapa konten spektakuler sudah dan akan MOST Radio lakukan selama masa pandemi covid-19 ini, baik itu yang bersifat CSR, ataupun komersil, fasilitas komunikasi yang semakin mumpuni makin memudahkan dan menjadi salah satu kunci terlaksananya ide kreatifitas dari proses produksi sebuah konten tanpa mengorbankan kesehatan karyawannya.

5. MOST Radio adalah media yang kontennya bermain disekitar musik 80an, current issue dan sport, siapapun yg mengkonsumsi itu merekalah pendengar MOST Radio. Apapun situasi dan kondisinya, MOST Radio akan hadir menemani mereka dengan semua platform pendukung yang sehari hari kita gunakan bersama.

IWAN SASTRO
89,6 FM I-RADIO JAKARTA
1. Semua berjalan lancar, tetep bekerja meski Work From Home. Kita punya software yang memudahkan semua itu, jadi ngga masalah, bikin playlist lagu, masukin lagu baru, semua dikerjakan dari rumah, termasuk siaran.

2. Semua konten pasti relate ke covid, biar in-line, cuma kita ambil sisi human interest, termasuk lagu, skarang banyak musisi buat lagu tentang bagaimana kita bertahan dalam menghadapi keadaan ini (covid) dan iradio mendukung itu dengan mengundang mereka ngobrol di live IG.

3. Kreativitas is a must, tiap hari kita meeting Zoom untuk masalah ini.

4. Untungnya di iradio punya alat yang “canggih” sehingga memudahkan kita semua (orang program) tetep bekerja dengan kreatif.

5. Target kita tetap sama, tak berubah, tapi kita akan giat mengkampanyekan “New Normal” ini dengan menggandeng pemerintah untuk eksekusi program-programnya.

PRITA PRAWIROHARDJO
87,6 HARD ROCK FM JAKARTA
1. Jam siaran tidak dibatasi, karena penyiar diberi keleluasaan untuk merekam materi siaran dari rumah. Pengguna radio sampai saat ini masih bertambah, karena platform aplikasi digital radio juga masih menjadi sarana hiburan dan informasi di samping media sosial. Musisi bisa mempromosikan lagu barunya lewat Instagram Take Over, sebuah segmen di akun instagram @hardrockfm, dimana penyiar radio akan live IG bersama musisi untuk ngobrol seputar lagu barunya.

2. Format radio tidak berubah, untuk situasi saat ini kita tetap serve pendengar dengan musik dan informasi singkat di radio, dan meningkatkan engagement dengan pendengar melalui live IG dengan banyak nara sumber, musisi juga artis2 dengan topik yang relevan dengan saat ini.

3. Kebanyakan advertiser lebih fleksibel di masa sekarang ini, namun ada juga brand2 tertentu yang tetap menginginkan kreativitas yang dikemas maksimal dan engagement yang tinggi dengan pendengar.

4. Work From Home, siaran dari rumah, jika pun terpaksa harus datang ke kantor, jumlah karyawan untuk satu divisi dibatasi per harinya, misalnya untuk satu divisi dibatasi hanya 3 orang dan duduk berjauhan.

5. Target Hard Rock FM yang paling utama di era New Normal masih tetap di usia 20-30 SES AB, yang tidak menonton TV lokal, atau yang bahkan sudah tidak menonton TV lagi, yang mencari informasi dan konten dari media sosial dan platform digital. Cara melibatkan target kita dalam setiap program melalui sarana live IG dimana pendengar bisa ikut berpartisipasi lewat komen atau pertanyaan.

ARGA NARADA
102,2 FM PRAMBORS JAKARTA
1. Pertama-tama kita akan membicarakan radio khususnya Prambors ya, jadi kalo untuk radio lain mungkin beda penerapannya. Tidak ada yang berubah dalam posisi, bahkan jam siaran pun tidak ada yang terganggu. Di awal masa pandemic Tim R&D Prambors sempat mengumpulkan data bahwa ada penurunan dalam pendengar radio, yang tentu saja bikin sedih. Tapi pada pertengahan bulan Mei, data Nielsen justru menjukan kenaikan signifikan dalam jumlah pendengar radio Prambors, yang malahan bikin semangat. Untuk bentuk promosi tidak ada yang berubah juga tetap dengan interview dan pemutaran perdana/ekslusif.

2. Prambors sebagai brand, kebanyakan orang hanya tau kalo itu adalah brand broadcasting. Sebenarnya iya, akan tetapi tidak hanya itu aja. Sekarang Prambors udah membuka fokusnya kepada means of new media seperti YouTube dan Instagram. Bahkan di 2 media tersebut, kita mempunyai jumlah Followers dana Subcriber terbanyak untuk media radio atau radio anak muda. Nah dari new media ini lah, Prambors mengembangkan format shownya. Untuk format show radio tetap berjalan sebagaimana sebelumnya, namun disaat yang bersamaan, content new media juga berjalan. Maka dengan itu pendengar diharapkan tidak pindah ke station lain, tapi lebih ke shifting ke media yang baru tetatpi tetap dengan focus brand Prambors.

3. Advertiser memang banyak mengangkat tema pandemic untuk menaikan value brand mereka. Banyak yang masuk ke Prambors mengangkat tema pandemic, namun karena ada bulan Ramadhan selama sebulan, mereka lebih “kreatif” lagi dengan mengaitkan pandemic dengan bulan puasa.

4. Karena sekarang sedang dalam masa Stay At Home, sebenernya kalo akrifitas fisik mungkin bisa lebih santai. Tetapi dari awal memang yang dibutuhkan adalah ide-ide kreatif untuk mencari content tiap harinya. Content untuk jaman sekarang memang tidak sesusah dulu untuk mendapatkannya. Banyak sumber info yang bias digarap untuk mencari content tersebut. Hanya tinggal buka-buka twitter atau instagram, bias mendapat ide content yang siap dikembangkan. Jadi minimal sekali untuk mengorbankan awak radio.

5. Wah kalo untuk Prambors pasti akan tetap sama aja, tidak ada target baru akan tetap sama saja melayani anak muda usia 15-25 tahun. Justru New Normal kita adalah New Opportunities. Salah satunya adalah, pas masa pandemic ini Prambors selalu menggunakan media Instagram Live atau Zoom untuk melaksanakan interview ataupun live performances. Melalui adjustment yang cukup, akhirnya Prambors sudah mulai adpatif dan nyaman menggunakan media teresbut, nah mungkin setelah kita masuk di New Normal, Prambors akan tetap menggunakan layanan Instagram Live atau Zoom tersebut.

HELONA NABILA
101,4 TRAX FM JAKARTA
1. Jam siaran tidak dibatasi tetap seperti normal biasanya. Namun jumlah talk siaran atau cut bicara menjadi berkurang karena kendala siaran dari rumah yang menggunakan peralatan yang terbatas. Penggunaan radio terlihat meningkat terutama lewat web streaming kami. Bentuk promosi yang bisa tetap diberikan untuk musisi dengan lagu barunya semenjak pandemi ini kita menggunakan sosial media kami yaitu Instagram Live. Melakukan sesi interview lewat Instagram Live bareng antara musisi dan penyiar kami.

2. Selalu menyajikan musik dan berita terupdate atau terbaru untuk men-serve pendengar kami yang sebagian besar anak muda yang mengedepankan segala hal yang baru

3. Yang saya lihat sekarang kami jadi lebih mengintegrasi penggunaan sosial media kami. Jadi advertiser selain mendapatkan benefit on air advertiser juga mendapatkan benefit digital atau sosial media seperti website dan Instagram

4. Kami mengandalkan penggunaan internet untuk mencari konten. Bisa lewat portal media, social media dan phone interview dengan narasumber

5. Program radio jadi lebih memaksimalkan penggunaan sosial media seperti Instagram untuk mencapai target pendengar kami. Target radio kami adalah anak muda berusia 15-30 tahun

ANDRIE KEMIR MAULANA
103.1 FM OZ RADIO
1. Radio itu mempunyai sifat yang dinamis, akan cepat beradaptasi dengan kondisi apapun dan terkait pandemi Covid-19 ini, ada satu hal menarik yang didapat oleh kita praktisi radio, bahwa secara statistik pendengar malah naik! Baik itu dengar via FM Radio atau Streaming, jadi yang kita lakukan secara jam siar tidak ada yang berubah, hanya membatasi pergerakan orang di studio. Dan mengenai bentuk promosi lagu baru, kita sedikit mengalihkan format interview sebelumnya menjadi online (IG Live / Zoom ) dan audionya kita ambil untuk di “on air”, jadi bisa dibilang malah lebih banyak.

2. Banyak faktor yang harus dilakukan untuk mempertahankan pendengar, mulai dari kualitas sinyal, kualitas audio, music yang diputar, penyiar, sampai ke iklan pun cukup berpengaruh. Dan yang paling penting adalah, kita harus tau betul apa yang diinginkan oleh pendengar. Nah dari situ kita masuk ke strategi apa yang ingin kita sampaikan, dari segi musik, kita penekanannya di Hits, baik itu lagu yang sedang, sempat dan bakal… dan dari segi mood, kita lebih banyak menyasar buat orang-orang di rumah.

3. Diluar masa pandemi Covid19, kita berusaha untuk tetap kreatif, malah di saat-saat seperti ini menuntut kita buat semakin kreatif walaupun situasinya kebanyak pada ‘tiarap’ ya, hehe.

4. Wah, terharu dapat pujian ini, Tangguh! Mungkin karena kita setiap hari dituntut untuk kreatif agar selalu bisa menghibur pendengar dan juga solusi kepromosian, jadi di masa ini, tidak terlalu berpengaruh, rutinitas kita berkumpul untuk mencari ide kreatif pun hanya bergeser ke online saja dan produksinya pun bisa dilakukan dari rumah

5. Pandemi ini ternyata merubah kebiasaan orang dalam mendengarkan radio, yang biasanya orang banyak mendengarkan radio di kendaraan, sekarang mulai balik lagi buat dengerin dari rumah, meski beda perangkat.. Dan ketika pandemi ini usai, kita berharap kebutuhan orang terhadap radio tidak luntur.. tentu dibutuhkan strategi-strategi khusus, seperti lebih banyak melibatkan peran online kedalam siaran, dan kalo ditanya target paling utama… klien! Hahahah…. Yuk kita kolaborasi!

ILHAM FAHRIE UTAMA
101 JAK FM
1.Menjawab pertanyaan nomer 1, aktivitas siaran jelas berubah… semua dilakukan dirumah, penyiar siaran dirumah, produser menyiapkan konten dirumah — kontak2an dengan penyiar nya melalui whatsapp chat atau teknologi video call bareng penyiar, Music Director menyusun playlist dari rimah. aktivitas dalam hal bekerja jelas berubah. tetapi ketika didengar on-air hal tersebut tidak terlalu berbeda, paling hanya kendala mic-ing dari penyiar karena tiap penyiar memliki alat siaran yang berbeda2, ada yang memakai mic bawaan handphone, ada pula yang menggunakan mic proper bahkan punya studio sendiri dirumah, sehingga tidak terdengar berbeda seperti siaran di stuido aslinya.

Berbicara dengan pendengar radio, covid 19 blessing in disguise membawa tren baik untuk pendengar radio di Jakarta. Berdasarkan hasil yang diungkap PRSSNI, tren angka konsisten diterima pendengar radio yang biasa mendengarkan radio dirumah, untuk yang mendengar via streaming, lonjakan dari bulan februari – maret naik pesat. Berbagai ide kreatif dikerahkan ponggawa radio dalam menanggapi situasi covid ini, interview yang biasa hanya terdapat di on air, sekarang kita bisa lihat, radio-radio gencar menambah opsi di Instagram Live, yang beberapa radio singkronisasikan ke On Air.

Proses musisi mengeluarkan lagu baru, dan proses approach radio dalam menanggapi hal itu tren nya malah naik, radio lebih menggencarkan semua peluru agar dapat terus konsisten dan membantu musisi musisi tanah air dengan berbagai cara.

2.Sebuah radio selalu bergerak menuju apa yang pangsa pasar pendengarnya inginkan, tergantung dari segmentasi radio tersebut. Radio dangdut tidak mungkin memutar lagu hiphop mancanegara, radio dewasa muda tidak cocok memutarkan lagu dangdut. Jadi tergantung dari segmentasi-nya, untuk tahu apa yang diinginkan pendengar, biasanya radio mengadakan survey pendengar. setelah itu meramu program, musik, yang sesuai untuk pendengarnya.

3. Di masa pandemi, kreativitas pasti pemenangnya, tidak mungkin kami melakukan apa yang biasa kami lakukan dalam keadaan normal. Kebanyakan advertiser melakukan pendekaran promosi sesuai apa yang sekarang sedang terjadi.

4. Kami bekerja secara cerdas, tidak perlu 24 jam pantengin berita karena kami mempunyai team yang bekerja sesuai fokusnya masing masing., apalagi di masa pandemi ini, kesehatan nomer satu. Kami berjalan dengan lebih fleksibel dan nyaman, walaupun dirumah saja.

5. Kembali lagi, kita harus tahu siapa pendengar kita, apa yang pendengar kami lakukan di New Normal ini. Biasanya program prime time kami di jam 6-10 pagi, bukan tidak mungkin karena New Normal kami harus menggeser jadi jam 8- 12 siang? itu memungkinkan terjadi. Ketika kehidupan terus maju dan terus shifting, mau tidak mau kita harus adjust akan keadaan tersebut.

DENNY DARMAWAN
INDIKA 91,60 FM JAKARTA
1. Perubahan radio terhadap pandemic dimana hanya para penyiar dan staff melakukan aktivitasnya dari rumah, penyiar siaran dari rumah, dan music director membuat playlist dari rumah. Bentuk promosi untuk masa seperti ini dilakukan dengan cara live instagram atau interview menggunakan zoom, yang nantinya inputnya bisa tayang di youtube, instagram atau bisa relate ke on air

2. Pintar pintar melihat peluang, dan tidak bosan untuk monitoring / mendengarkan radio lain untuk melihat konten apa yang mereka buat, lalu kita mencari alterntif lain, ketika konten dari hampir semua radio menjadi seragam di masa pandemic seperti sekarang ini.

3. Justru pada masa seperti ini, advertiser lebih dituntut untuk lebih kreatif, salah besar jika tidak dirubah, karena saingannya banyak, jadi berlomba lomba adu kreativitas

4. Tetap mencintai radio itu sendiri, karena jika sudah cinta dengan apa yang kita kerjakan, dalam kondisi apapun, sesulit apapun akan menjadi senang, dan tidak berat sama sekali. Seperti saya yang sudah jatuh cinta dengan radio dr usia 10 tahun sampai sekarang mau kepala 3 haha

5. Akan menjadi sesuatu yang menarik, jika kita akan memulai kegiatan yang disebut New Normal, target sudah jelas tetap sama sesuai dengan kriteria radio masing masing, namun mungkin secara harfiah kita akan jauh lebih dan harus melihat peluang dari sesuatu yang sedang ramai dibicarakan publik, namun jangan bahas hal yang sama, jika semua ke kanan, mungkin kita bisa sedikit belok ke kiri melihat sesuatu yang beda agar dapat target baru atau pendengar baru yang butuh alternatif pilihan.

TIMOTHY MARKUS
97,5 FM MOTION RADIO JAKARTA
1. Kalau di Motion FM, sejauh ini jam siaran tetap seperti biasa, tidak ada perubahan dari sebelum masa pandemi, tetapi ada beberapa yang siaran dari rumah. Untuk pendengar radio terestrial, tapi pendengar radio digital (streaming ataupun aplikasi) meningkat cukup banyak, overall jumlahnya meningkat. Untuk musik kami memanfaatkan kanal digital, seperti Instagram live, YouTube live, yang kemudian kita promosikan via on air, pre-recorded interview yang setelah itu akan menjadi konten on air juga

2. Memaksimalkan semua social media utk penyampaian informasi & promosi. Dan tetap berkomunikasi dengan pendengar secara langsung ataupun dalam bentuk survei agar tetap sesuai dengan keinginan & ketertarikan mereka (info & lagu) dan juga tetap menjaga kualitas audio secara terestrial ataupun streaming

3. Sebagian advertiser cukup fleksibel dgn kondisi sekarang, tp ada beberapa juga yg masih beradaptasi.

4. Sejauh ini dgn memanfaatkan kanal digital, salah satunya yg lagi marak dengan Instagram live, jadi mengurangi kontak secara fisikal tapi interaksi tetap terjaga.

5. Untuk target pendengar sejauh ini masih akan tetap sama, tp tidak menutup kemungkinan akan melebar secara umum karena perubahan aktifitas masyarakat di “New Normal” ini.

AWAN YUDHA
105,9 FM ARDAN BANDUNG
1. Yang pasti ada perubahan. sebagian keryawan (staff) 50-50 WFA & WFO. bentuk promosi buat artis2 baru adalah dengan live IG dan Zoom, bisa di saksikan live juga di youtub Ardan.

2. Kalo untuk informasi, kita kolaborasikan antara on air & Digital (Sosmed ARDAN) IG, Youtube, Website & Facebook. Jadi kontennya bisa di dengar di on air dan bisa ter-update di sosmed & Website. Begitu juga dengan musik.
3. Di situasi pandemi seperti ini, kami selalu berusaha untuk kreatif menyuguhkan program-program on air yg berkualitas, edukatif dan menghibur.

4. Tentunya harus tetap happy dan makan sehat serta vitamin yang baik seerta menjaga protokoler kesehatan dari pemerintah.

5. Kita selalu menjaga konsistensi yg baik semua program yang ada dengan kondisi apapun, itu sebabnya kenapa anak radio dibilang TANGGUH. Mau ada covid atau tidak. Paling yang berubah adalah jam kerja yang biasanya panjang, sekarang kita harus maksimalkan semuanya sesuai dengan kondisi tanpa mengurangi kualitas yg ada. dan hasilnya pun terasa, selama pandemi ini rating ARDAN FM naik secara survei AC NIELSEN. 😀

RICKY SAMUEL
GEN 103.1 FM SURABAYA
1. Sejak awal diberlakukan WFH karena pandemi covid-19 semua divisi di radio ikut menyesuaikan salah satunya di group MARI adalah #SiaranDariRumah sehingga jam siaran tetap seperti biasa,di AS data yg didapat tren pendengar radio meningkat sejak WFH belum dapat data akurat di Indonesia tapi dari aplikasi streaming radio MARI Noice ada peningkatan 200% selama Maret April 2020 dan efek dari pemberlakuan #SiaranDariRumah untuk interview musisi dilakukan lewat Live IG.

2. Format informasi tetap rutin dilakukan setiap jam di Gen fm Surabaya namanya InfoGen bahkan ada konten KataNetiGen dimana SobatGen ikut berkomentar tentang topik yang dibahas divisi news baik on air maupun digital ( Live IG ) untuk format musik tetap dengan yang sudah ditentukan tidak ada perubahan karena sudah identitas Gen fm disertai produksi konten yg konsisten dilakukan setiap hari

3. Di Surabaya masih berjalan seperti biasa dan menyesuaikan karena Penyiar #SiaranDariRumah talkshow dengan klien menggunakan aplikasi zoom yang direkam sebelumnya dan on air bebebrapa hari kemudian

4. Kami rutin melakukan meeting virtual bersama tim program & product untuk membahas konten yg tetap bisa dilakukan selama WFH salah satunya Gen Surabaya punya Mari Senam jadi penyiar Semangat Pagi buat gerakan senam dan mengajak Sobat Gen untuk ikut dengan posting di sosial media mereka

5. Program radio akan terus berjalan seperti biasa dengan dilengkapi konten2 yang dipersiapkan secara rutin oleh tim program & product dan kami selalu melibatkan Sobat Gen dalam konten siaran kami seperti ikut topik, kirim salam, request lagu bahkan di setiap Live IG yang kami lakukan.

DITA PRAHARA PUTRI
101.1FM MGTRADIO BANDUNG
1. Jam siaran dibatasi, Penggunaan radio menambah dan promosi on air dan digital.
2. Lebih banyak memainkan lagu Indonesia. News, entertainment news, unique infos and facts yang disiarkan di setiap Program siaran.
3. Lebih fleksibel, mengikuti kondisi saat ini.
4. Brainstorming dan evaluasi secara berkala.
5. Programming harus bersahabat dengan New Normal untuk bisa terus bertahan dan bersaing. New Normal bisa jadi inspirasi baru untuk menggali kreativitas baru. Target Listeners dewasa dan keluarga muda selalu dilibatkan melalui kegiatan interaktif secara on air dan digital (topic, games, request, dll) di setiap Program

MUMU MUNAJAT
103,8 FM BRAVA JAKARTA
1. BRAVA secara umum tetap melakukan siaran dengan program reguler dan special program. Namun announcer take voice dari rumah. Jadi yang berada di garis depan adalah operator radio. Kami tetap melakukan siaran streaming selama 24 jam.

5. Saya yang bekerja di bagian musik tetap kerja dari rumah: learning music, memilah-milah mana yang cocok untuk musik Brava dan tidak. Mana yang bisa dijadikan special program musik weekly.

 

GUSTI PRATAMA
87,7 HARD ROCK FM BANDUNG
1. Untuk jam siaran skrg sistem taping, untuk siaran 2-3 Hari ke depan, Ada juga yang siaran dari rumah. Bentuk promosi musisi sekarang yg berjalan adalah phone interview, dan juga memaksimalkan melalui social media khususnya Instagram, yaitu live IG Dan taping video utk konsep akustikan & promo single untuk ditayangkan melalui on air dan IGTV.

2. Format info & musik tidak banyak yg berubah, bedanya lebih intense memberikan update2 terkini tentang covid19 aja.

3. Advertiser bisa dibilang menurun grafiknya, sudah jelas sih..semua lini bisnis terkena dampak yg dirasakan sama, jd media lebih banyak memaksimalkan konten pemasaran digital. Kami tetap menawarkan promosi dengan kreativitas & ide2 baru.

4. Kami membagi Tim menjadi 2 Tim yg dirotasikan WFO & WFH, jd untuk kesehatan awak radio tetap dijaga mengikuti program pemerintah, untuk konten sendiri tetap terkendali dari masing2 divisi creative dengan supervisi dari program director, dan juga dari grup wa tim program yang terkadang mencetuskan ide2 kreatif yang bisa diaplikasikan untuk konten radio.

5. Memasuki New Normal, target utama tetap para pendengar & klien pengiklan, tetap akan mencari cara untuk memaksimalkan Time Spent Listening & juga awareness pendengar, baik itu pendengar langsung, maupun streaming. Keterlibatan mereka pun akan dikombinasikan menyesuaikan program on air & juga digital content dari program radio. Untuk perspektif program radio mungkin akan ada gubahan2 kecil yang akan disinergikan dengan kondisi “New Normal” tersebut.

@2020/AldoSianturi/Photo: Istimewa

One Reply to “APA YANG MEMBUAT JUMLAH PENDENGAR RADIO SEMAKIN NAIK?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *