ANGKA PENDAPATAN “MUSIC STREAMING” BELUM IDEAL

On 17 July, 2014 by Aldo Sianturi

Streaming

BHINNEKA TUNGGAL IKA | Sudah hampir tiga tahun, “Music Streaming” dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Khususnya yang akrab dengan urusan digital. Tetapi kebanyakan masyarakat baru sampai pada tahap membicarakan saja bukan bereksperimen dengan layanan dari beragam platform seperti MelOn, Deezer, Guvera, MixRadio, Rdio. Beberapa platform yang belum aktif di Indonesia tapi sedang merapat ke market adalah Spotify, Akazoo, wimp, KKBOX, YouTube Music  dan masih banyak lagi.

Berbekal sumber berita dari media negara barat yang menyampaikan bahwa masa depan Digital Music adalah Streaming Music, maka indeks optimisme dari para pengagum teknologi di bisnis musik meroket dan merasa bahwa secara natural kejayaan dalam meraih uang masa kini akan segera hadir. Pemberitaaan di Majalah Billboard pada awal tahun mengenai penurunan penjualan yang amat drastis atas Full Track Download di iTunes Stores memperkuat keyakinan bahwa kondisi yang sama akan terjadi di Indonesia.

Dari pengamatan saya pribadi terhadap grafik penjualan konten musik digital selama hampir 1,5 tahun terakhir bahwa sebagai pebisnis musik di Indonesia kita tidak perlu khawatir mengenai volume pemakaian atas jutaan lagu yang dapat diakses dan dirental melalui layanan Music Streaming. Bangsa ini memiliki frasa Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Lantas apa hubungannya dengan musik. Begini, saya tidak percaya bahwa setiap orang di Indonesia memiliki jumlah manusia yang fanatik terhadap satu aliran musik dalam persentase besar. Bentukan budaya membuat setiap orang memiliki ketertarikan untuk mendengar dan mendalami lintas aliran musik dan hal ini diterjemahkan kepada pembelian konten musik digital. Meskipun di linimasa pada Social Media platform setiap individu enggan menampilkan musik yang diminati karena faktor gengsi tapi tetap hal tersebut adalah sebuah penjualan dan sudah pasti dalam jumlah yang besar. Tantangan hari ini adalah mendukung regenerasi para pencipta lagu dan penulis sekaligus memberikan kesejahteraaan atas hak ekonomi yang harus diterima. Sehingga ada motivasi untuk selalu berkarya.

TIDAK DALAM WAKTU DEKAT | Persamaan ini tidak terjadi dalam waktu dekat ini. Karena saat ini, iTunes Stores sedang menjadi primadona di Indonesia bagi pemilik akun yang notabene memiliki kartu kredit. Apalagi sejak Apple merilis informasi pada Tanggal 4 Desember 2012 yang menegaskan bahwa bersama 55 Negara lain, maka Indonesia sudah dapat menikmati akses membeli 20 juta konten musik yang ada di server iTunes Stores.

Momen ini sampai sekarang menjadi oase di tengah lesunya penjualan album fisik. Bahkan sebagian besar praktisi bisnis musik mendewakan iTunes sebagai parameter kebanggaan dan keberhasilan distribusi musik digital masa kini. Pengetahuan yang minim tentang distribusi digital berbanding lurus dengan performa bisnis Music Streaming di Indonesia. Data yang terangkum sampai hari ini adalah angka penjualan Music Download di iTunes Stores dikuasai oleh lima pasar besar Pan Asia yaitu Filipina, Indonesia, India, Singapore dan Thailand.

Kabar ini tentunya cukup baik, karena margin yang diterima label melalui penjualan album di iTunes tergolong bagus. Sementara layanan Music Streaming yang bernilai Rp. 63 sen untuk setiap kali stream masih dianggap belum bisa berkontribusi dalam nilai besar. It’s a game of sales accumulation. Transaksi pada layanan Music Streaming telah dapat dinikmati kalau lagunya dipilih dan dimainkan dalam rotasi super tinggi contohnya adalah Tulus – Gajah (demajors). Tetapi grafik raihan Music Streaming masih naik turun dalam posisi yang tidak eksponensial.

KUNCI KEBERHASILAN STREAMING | Sekarang semua pemilik konten sedang sibuk mendistribusikan konten musik yang dimiliki dan sebagian pemilik konten lama sedang meminta kesepakatan baru dari para komposer atau pewaris hak cipta. Situasi ini sangat tidak mudah karena selain membutuhkan modal kerja juga harus mencari keberadaan pemilk asli. Banyak yang sukses dan banyak yang gagal.

Dari perspektif pribadi, saya melihat bahwa bilamana Indonesia ingin segera memiliki grafik penjualan Music Streaming yang tinggi seperti negara lain, maka semua pemilik konten tanpa terkecuali harus bekerjasama dengan artis dan pencipta lagu untuk mendistribusikan musik secara kolosal. Dengan mendistribusikan lagu ke layanan Music Streaming, setiap musisi mutlak membantu musisi yang lain agar karya cipta dinikmati oleh para pelanggan layanan musik tersebut. It’s a musician helping musician period. Ketika kita bicara musik konten adalah semua musik tanpa perbedaan aliran musik, mulai dari musik tradisional, aliran musik modern sampai aliran musik baru harus terhimpun semuanya.

Para pelanggan layanan Music Streaming adalah manusia. Bila selama lebih dari puluhan kali mereka melakukan pencarian atas musik yang disukainya tetapi tidak tersedia pada layanan tersebut, tentunya dia akan meragukan kesediaan konten atas layanan tersebut dan tidak tertutup kemungkinan mereka tidak akan berlangganan sampai masa tertentu. Karena sebenarnya para penikmat musik tidak mau tau tentang cerita di belakang dapur rekaman, siapa labelnya, siapa aggregatornya, siapa juga distributornya. Mereka hanya menginginkan musik tanpa embel-embel industri.

Ditambah lagi urusan kondisi jaringan internet yang tidak pernah stabil menjadi tantangan serius untuk dipecahkan sekaligus opsi pembayaran atas kerjasama dengan Telco (Perusahaan Telekomunikasi). Budaya Music Streaming sedang terbentuk dan sampai tahun depan di Indonesia belum akan dikecap manis keuntungannya. Tapi di luar itu semua, hadirnya konten musik anda di sana menunjukkan kalau anda mengerti Digital Space pada bisnis musik hari ini. Let’s Build! @2014AldoSianturi/Photo: Special

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense