10 HAL PENTING DALAM ACARA MUSIK

On 24 March, 2013 by Aldo Sianturi

Old Paper Band On Action

Everything Starts Small.

Saya suka sekali kalimat pendek di atas dan saking sukanya, saya menganut paham dinamis tersebut. Tadi malam saya dan teman saya Yung Han Oei mendatangi sebuah event musik yang dikonsep oleh komunitas Jakarta Rockabilly bernama Folkabilly Part. 4 di sebuah tempat yang bernama Chick-A-Pow (Trailer Food) yang berada di Jalan Rawa Belong No: 25, Jakarta Barat. Kegemaran saya adalah datang ke sebuah acara selalu lebih awal, kenapa? Karena saya seorang praktisi bisnis musik. Saya ingin sekali mengetahui bagaimana persiapan di lokasi sampai acara tersebut berjalan setengah putaran. Jarang sekali saya berada di acara musik sampai selesai tuntas. Karena bagi saya, setengah putaran adalah KPI (Key Performance Indicator) melihat masa depan  acara tersebut.

Namun saya tidak suka datang ke sebuah acara yang molor sampai 2 jam, apalagi bila ditulis di materi promosi akan berjalan jam sekian tapi ternyata baru dimulai dua jam kemudian. Saya sangat toleran kalau memang ada force majeur, tapi kalau memang sengaja diputuskan karena mental audiens yang dibilang jam sekian maka akan tetap datang 2 jam lagi, saya yakin harus dirubah lebih dulu dari event organizer bukan mengikuti audiens. Sampai kapanpun maka akan terbentuk mental insan kreatif yang tidak menghargai waktu. Karena tidak semua audiens sama dan datang dari jarak yang sama.

Kedatangan saya tadi malam melihat pengusung Rockabilly di Jakarta yaitu The Sleting Down, Old Paper dan The Alpacinos melatari saya untuk memberikan perspektif untuk kelangsungan acara yang berkarater independen. Apalagi yang ada di depan mata saya adalah para junior yang akan menjadi orang besar di kemudian hari. Namun bila sejak dini mereka mau membenahi apa yang harus dibenahi, maka disain yang mereka bangun akan bisa membuahkan hasil dalam beragam bentuk yang bisa mendukung eksistensi dan ideologi. Saya pernah muda dan selalu berusaha mengerti anak muda beragam karakter, namun jam terbang yang berbeda membuat kita semua harus belajar.

Sample of Event Promotion

Berikut adalah poin-poin penting untuk membuat acara musik anda sukses dan dibicarakan setelahnya:
1. Konsep Acara
Konsep acara yang jelas menjadi magnet utama bagi audiens yang notabene pecinta musik. Tidak ada yang mampu menghalangi anda membuat konsep acara anda berlangsung.
 
2. Materi Promosi
Materi Promosi yang dipampang di beragam medium bagi offline/online harus memiliki komunikasi visual yang detail mengenai konsep acara, waktu acara, pengisi acara, harga tiket masuk, alamat acara berlangsung dan gimmick acara.
 
3. Social Media
Dimulai dari pembuat acara harus aktif dan obyektif dalam mempromosikan acara. Tentukan seorang admin yang dipercaya mengolah komunikasi di akun socmed tanpa memiliki ego berlebihan atas aliran musik yang dianut. Music is Fun! Bila kalimat admin menunjukkan kalau musik anda, event anda lebih hebat dari apapun di dunia ini, maka respect kepada konten anda akan berkurang. Dan yang paling penting adalah “Respon”, bila ada akun yang merespon baik negatif/positif makan jangan diam saja. Respon apapun dan siapapun dengan kalimat yang positif. Ucapkan selalu rasa terima kasih, apalagi bagi pemilik akun yang sudah bersusah payah datang ke acara anda.
 
4. Ramah Tamah
Acara musik adalah acara hiburan. Bilamana setiap orang tidak memiliki sense of entertaining, maka acara tersebut akan menjadi acara sekali-sekali dan tidak menjadi reguler. Maka bila anda sebagai pembuat acara, jelilah melihat siapa audiens anda, sapalah tamu anda, perkenalkan diri anda, jalinlah hubungan dan investasikan hubungan baik dan kalau perlu undang tamu anda ke depan panggung untuk beragam hal, testimonial atau tampil bersama musisi lain. Apalagi bila anda seorang pemilik tempat, anda tidak boleh merasa hebat, justru anda harus yang paling sigap untuk berkenalan dengan banyak orang dan memberikan kartu nama anda, karena setelah acara ini selesai anda harus tetap berbisnis tempat makan dan harus mengejar BEP (Break Even Point) bahkan Over-Sales.
 
5. Rundown Acara
Disainlah rundown acara yang kasual dan tidak bertele-tele. Usahakanlah memiliki rundown yang saklek sejak dini. Jangan biasakan punya rundown yang berubah di tengah acara. Ini adalah bagian penting atas mutu sebuah acara. Jadi audiens tau dan tidak kehilangan best moment dari sebuah acara dan faktor apa yang membuat dia setia sampai acara selesai.
 
6. Tim Kerja
Tentukanlah job description yang jelas kepada semua tim kerja berdasarkan kemampuannya. Semisal yang mengurusi promosi, yang mengurusi produksi dan menjadi master of ceremony; karena di tengah acara anda harus memasukkan ideologi kenapa acara ini berlangsung kepada khalayak, bagaimana kemauan anda bisa sampai kalau pembicaranya saja tidak memiliki public speaking yang baik.
 
7. Tata Suara
Hal ini adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari Tata Panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,kabel-kabel,prosesor dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power amplifier dan Speaker-speakernya. Anda harus punya waktu sebelumnya untuk set-up yang baik. Serahkan kepada tim kerja yang mampu dan memiliki passion atas urusan produksi. Tanpa tata suara yang baik, acara jadi abstrak tidak bisa dinikmati dan tidak bisa dikenang atau direkomendasikan.
 
8. Dokumentasi
Ada baiknya setiap acara didokumentasi baik secara photography dan videography. Materi ini jelas bisa digunakan sebagai promotion tools paska acara dan materi presentasi anda kepada media partner bila dirasa waktunya sudah tepat.
 
9. Review Acara
Namun yang lebih penting adalah materi ini dapat digunakan untuk team review untuk mempersiapkan acara selanjutnya. Dibutuhkan professionalisme bisnis musik yang baik bila sampai tahap ini. Mental saling menyalahkan adalah milik anak kecil. Bila anda melalukan resensi, maka anda akan tahu aspek apa yang harus diperbaiki dan dikembangkan. Apalagi bilamana anda menjual makanan dan minuman, anda harus jeli melihat flow audiens memesan makanan. Bila anda under-staff otomatis audiens yang ingin belanja jadi mengurungkan niatnya, karena takut tempat duduknya dikuasai orang lain dan menjadi hal yang sensitif.
 
10. Keuangan
Semua tergantung bentuk acara yang disepakati sejak awal, apakah non komersil atau komersil. Bila komersil sudah pasti akan terkumpul sebuah angka yang tentunya mau diarahkan kemana, apakah bagi rata atau investasi untuk acara selanjutnya. Sejak sekarang, anda harus memikirkan darimana saja sumber income acara tersebut dan seberapa potensial bilamana mengundang partner atau sponsor untuk bersanding dalam jangka waktu lama dengan acara anda. Tanpa kemampuan pengolahan keuangan yang baik, sebuah acara akan lumpuh dan monoton.
 
Semoga pembaca tulisan ini dapat mengambil hal positif dan segera mengaplikasikan kepada acara-acara yang dipersiapkan. Ini adalah bagian penting dari pelajaran bisnis musik. Sering-seringlah mengamati event lain dan mengundang banyak orang penting untuk membagi cara pandangnya kepada anda. Sukses untuk kita semua! @2013AldoSianturi/Photo: Aldo Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ad Sense